Selasa, 7 April 2026

Menyibak Fenomena LGBT di Pangkalpinang, Mereka Ada Tetapi Masih Tersamar

Khusus di Pangkalpinang sendiri, ia kerap menemukan pasangan sesama jenis saat weekend di Pantai Pasir Padi dan

Editor: Iwan Satriawan
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Keberadaan kaum LGBT meski masih tersamar sudah ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Meski demikian komunitas khusus kaum nabi Luth tersebut belum muncul secara nyata.

Salah satu pengidap perilaku seks sejenis  atau LGBT kepada bangkapos.com mengungkapkan keberadaan kaum minoritas tersebut masih belum tampak di masyarakat.

Wanita penyuka sesama wanita ini menyebutkan terdapat dua jenis Lesbian yakni Bucci bertindak seperti laki-laki dan Fame sebagai perempuan.

Ia mengungkapkan sejak kecil kerap berpenampilan Tomboy dan lebih gemar bergaul dengan laki-laki.

Beranjak dewasa, ia mulai menyadari tidak mempunyai ketertarikan terhadap lawan jenis dan cendrung menyukai perempuan.

Saat di perguruan tinggi, ia mulai berani merubah penampilan secara drastis, baik cara berpakaian, gaya rambut, dan melakukan sejumlah olahraga layaknya laki-laki.

Adanya perubahan itu tentu memantik pandangan miring dari lingkungan sekitar tetapi tidak sedikit teman perempuannya melontarkan pujian.

Seiring berjalannya waktu, ia berani menjalin hubungan asmara dengan seorang perempuan.

“Saya mulai berani mendekati perempuan saat masih kuliah dan pertama kali pacaran tetapi masih sembunyi-sembunyi terutama dari keluarga,” ungkap wanita yang minta indentitasnya tidak diungkapkan ini.

Tidak hanya penampilan, narasumber ini juga semakin kukuh merubah dirinya menjadi seorang laki-laki dengan melakukan terapi hormon sejak September 2015.

Secara fisik perubahan terjadi, seperti perubahan suara lebih berat, dada mengecil, tumbuh sejumlah rambut di area tertentu, dan lain sebagainya. Selain itu, penyuntikan tersebut juga membuat dirinya lebih tempramental.

“Terapi hormon belum ada di Bangka Belitung, saya mendapatkannya melalui pemesan dari luar daerah,” katanya.

“Ada masa dimana saya semakin bertekad merubah diri menjadi laki-laki dan memutuskan buat mengungkapkan kepada keluarga. Bagi orang tua, saya merupakan anak penurut dan selalu membanggakan mereka. Hanya saja, keputusan merubah kodrat tentu membuat mereka terluka sehingga saya memilih pergi dengan meninggalkan surat karena prilaku ini tentu membuat malu mereka,” jelasnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved