Selasa, 14 April 2026

Menyibak Fenomena LGBT di Pangkalpinang, Mereka Ada Tetapi Masih Tersamar

Khusus di Pangkalpinang sendiri, ia kerap menemukan pasangan sesama jenis saat weekend di Pantai Pasir Padi dan

Editor: Iwan Satriawan
net
Ilustrasi 

Menurut pernyataannya, setelah kedua orang tua membaca surat tersebut dan mengetahui seluruh perasaannya, ia telah berada diluar kota.

Ia juga telah merencanakan sebuah kehidupan baru, seperti mencari pekerjaan, tempat tinggal, bahkan melanjutkan pendidikan.

Kenyataan berkata lain, rupanya kasih sayang kedua orang tua lebih besar dibandingkan rasa malu.

“Tentu orang tua kaget bahkan Ibu menangis histeris saat menelpon karena selama ini mereka menilai saya adalah anak yang baik dan penurut. Mendengar tangisan Ibu, akhirnya saya memberanikan diri menemui mereka. Mereka tidak membenarkan perbuatan saya dan berupaya keras menyembuhkan dengan mengajak ke psikiater dan lain sebagainya,” katanya.

Perihal komunitas LGBT di Bangka Belitung, menurutnya sepertinya belum ada sebab ia mengaku tidak bergelut dilingkungan tersebut.

Hubungan sesama jenis yang dilakukan hanya sebatas jalinan asmara secara pribadi tetapi biasanya mereka saling mengetahui satu dengan lainnya.

Khusus di Pangkalpinang sendiri, ia kerap menemukan pasangan sesama jenis saat weekend di Pantai Pasir Padi dan sejumlah Kafe yang menjadi tempat tongkrongan setiap malam kamis dan minggu.

 “Saya punya lima teman yang punya orientasi seksual yang sama. Setahu saya, kami belum mendengar tentang adanya komunitas LGBT di Bangka. Lalu, kebanyakan orang-orang ini berasal dari daerah terpencil,” ungkapnya.

Pakar kriminologi, Muvita justru mengungkapkan bahwa ada komunitas LGBT di Bangka Belitung yang menjalin kemitraan dengan organisasi yang digelutinya terkait pencegahan HIV dan Aids. 

Baginya, keberadaan komunitas tersebut sebagai bentuk keberagaman seksual yang selama ini hanya ada laki-laki menyukai perempuan dan sebaliknya.

Menurutnya, tidak ada faktor spesifik memantik seseorang memutuskan melakukan orientasi yang berbeda.

Berbicara mengenai hak asasi manusia, setiap warga negara berhak dipenuhi haknya dan negara harus mengayomi seluruh rakyatnya tanpa terkecuali.

Termasuk LGBT maupun penderita disabilitas atau siapapun itu. (*)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved