Dari Hasil Memulung Sampah, Ani Sukses Kuliahkan Tiga Anaknya Ke Perguruan Tinggi
Dua anaknya berhasil lulus dari Bina Sarana Informasi (BSI) di Jakarta dan satu anaknya berhasil menamatkan
Penulis: nurhayati | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tak ada kata malu ataupun risih bagi Ani warga Sungailiat ini untuk mencari nafkah, yang penting baginya halal.
Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka ini usai menyapu daun-daun dan sampah berserakan di jalan yang menjadi tugas pokoknya, sekitar jam 09.00 WIB dia harus pergi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Kenanga Sungailiat hingga jam 16.00 WIB.
Berbekal satu keranjang diletakan dipundak dan capit dia memungut satu persatu sampah plastik di TPA tersebut.
Sampah-sampah plastik tersebut kemudian dikumpulkannya di lokasi dekat TPA jika sudah seminggu, kemudian dia jual ke pengepul plastik di Desa Rebo.
"Sehari dak tentu kalau rajin dapat banyak yang terkumpul. Seminggu sekali dijual," ungkap Ani kepada bangkapos.com usai menerima penghargaan bidang lingkungan hidup dari Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Sabtu (6/1/2018) pada peresmian Ruang Terbuka Hijau Taman Kota Sungailiat di Eks Terminal Sungailiat.
Penghasilan dari memulung sampah ini cukup besar seminggu paling sedikit, Ani berhasil membawa uang sebesar Rp 1 juta bahkan bisa mencapai Rp 1,6 juta.
Rata-rata dalam sebulan menurut Ani dia bisa mendapatkan uang sebesar Rp 4 juta lebih.
"Alhamdulillah ambil kecil kita banyak dak masuk dapat Rp 1 juta lah seminggu, kalau sebulan Rp 4 juta," ungkap Ani.
Berkat ketekunannya memulung sampah plastik ibu tiga anak ini sukses menyekolahkan putra-putrinya ke jenjang perguruan tinggi.
Dua anaknya berhasil lulus dari Bina Sarana Informasi (BSI) di Jakarta dan satu anaknya berhasil menamatkan pendidikan di Universitas Bangka Belitung (UBB) yang semuanya sudah bekerja.
Putra-putri juga tak merasa malu dengan pekerjaan memulung yang dilakukan ibunya.
Diakui Ani, sejak anak-anaknya masih kecil, ia sudah berpisah dari suaminya sehingga harus berjuang menghidupi ketiga anaknya.
Pilihan menjalani profesi sebagai pemulung ini harus ia lakoni untuk mencari uang tambahan guna menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.
"Kalau mulung ini pertama, kite dak pakai modal, kedua penghasilan lumayan ketimbang ngambik upah nyuci, ketige ku males bekerja di rumah orang terbeban kalau dak masuk kite jadi beban. Kalau mulung kite sakit bisa istirahat," alasan Ani memilih profesi sebagai pemulung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ani_20180107_175106.jpg)