Rabu, 8 April 2026

Mengintip Liarnya Masa Muda Grace Kelly si Putri Monako yang Pernah Hampir Diperkosa

ia sempat menumpahkan kerisauannya ketika harus menjalani tes kesuburan. Grace khawatir ketahuan sudah tak perawan

Editor: Iwan Satriawan
Telegraph
Grace Kelly 

BANGKAPOS.COM-- Keseriusan Grace Kelly pada karier tidak dapat diragukan.

Konsentrasi dan keyakinannya sering diinterpretasikan lain oleh teman-teman sekelasnya.

Apalagi setelah ia sukses sebagai model iklan.

Mary Woolverton masih ingat, "Ia senang menyendiri .... Pernah kami seru memperbincangkan apa yang akan kami kerjakan setelah lulus. Dengan kalem Grace bilang, ia tak ragu sedikit pun bahwa ia akan sukses. Teman-teman kesal. Ia dicap sok."

Banyak alasan yang membuat kawan-kawan sekelas Grace iri.

Kecantikannya, kekayaan orang tuanya, pamannya, George Kelly, yang terkenal, dan segala keberuntungan yang dimilikinya.

Semua itu ditambah lagi ketika ia berpacaran dengan salah seorang instruktur, Don Richardson.

Sudah tentu bicara Richardson lain. "Di depan umum ia bak biarawati .... Tapi bila hanya berdua, ia menari telanjang untuk saya," kata Richardson blak-blakan.

Richardson yang 9 tahun lebih tua dan sudah berpisah dari istrinya benar-benar pas bagi Grace.

Sementara itu Grace tetap melanjutkan hubungan dengan Herb Miller, yang belakangan mengubah nama menjadi Mark Miller.

Setelah lulus, jangan dikira Grace langsung laris. Kalau tidak "terlalu tinggi" untuk peran tertentu, ia "terlalu arif" untuk peran gadis ingusan, dagunya terlalu runcing, kakinya terlalu panjang, dst. Yang paling sering adalah terlalu jangkung.

Tapi ia terus berburu peran sampai nyaris diperkosa. Richardson yang mengantarnya pernah melihat Grace keluar dari tempat tes dengan terbirit-birit.

Rambutnya acak-acakan, lipstiknya coret-moret, dan gaunnya robek.
Setelah perjuangan yang melelahkan akhirnya ia mendapatkan peran teatemya yang pertama di Bucks County Playhouse, Pennsylvania.

"Kebetulan" pemilik teater itu kawan keluarga Kelly dan kebetulan pula drama pertama yang harus dibawakannya adalah The Torch Bearers.

Tapi peran Broadway-nya yang pertama baru diperoleh pada musim gugur tahun 1949 dalam drama The Father. Aktingnya di situ mendapat pujian.
Sayang, secara keseluruhan drama itu tidak terlalu sukses.

Sumber: Intisari
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved