Rabu, 22 April 2026

Mengintip Liarnya Masa Muda Grace Kelly si Putri Monako yang Pernah Hampir Diperkosa

ia sempat menumpahkan kerisauannya ketika harus menjalani tes kesuburan. Grace khawatir ketahuan sudah tak perawan

Editor: Iwan Satriawan
Telegraph
Grace Kelly 

Baru 2 tahun kemudian ia mendapat peran lagi di Broadway, tapi tak berarti ia menganggur.

Berkat permainannya di The Father, Grace tidak mendapat kesulitan main di segudang programa TV, yang waktu itu sedang naik daun. Jumlahnya  mencapai 60 lebih dalam 2 tahun.

Orang sering lupa bahwa Grace Kelly adalah juga pionir di pentas layar kaca.
Karena belum ada sistem rekaman, semuanya live show. Grace misalnya pernah harus melakukan adegan ranjang dengan berpakaian lengkap, supaya bisa segera lari ke tempat setting berikutnya.

Tapi berhubung kamera terlambat memotong, tertayanglah adegan Grace keluar dari bawah selimut dalam keadaan berpakaian lengkap.

Kena batunya

Berkat televisi pula Grace mulai dikenal. Umumnya ia menjadi gadis anggun yang canggih, anak orang kaya. Atas bantuan Don Richardson dan Mark Miller, ia menjadi klien agen Edie Van Cleve.

Berkat Van Cleve ia mendapatkan peran dalam pentas drama di Hollywood, berjudul Fourteen Hours.

Walaupun ini drama tak terkenal dan perannya sepele saja, Grace mendapat pengagum berat yang kemudian mendirikan klub pengagum Grace Kelly yang pertama.

Tahun 1951 tahun sibuk untuk Grace. Sementara menantikan shooting film High Noon, ia meneken kontrak dengan grup teater bergengsi Elitch Gardens di Denver, Colorado.

Dalam 11 minggu ia harus memainkan 10 drama.  Ia juga jatuh cinta lagi pada lawan mainnya, Gene Lyons. Kalau Richardson 9 tahun lebih tua, Lyons 10 tahun lebih tua. (Sementara itu Don Richardson tetap merasa ialah satu-satunya pacar Grace.)

Dalam film High Noon, ia memegang peran utama wanita mendampingi aktor beken Gary Cooper.

Dasar beruntung, walaupun aktingnya di High Noon datar, beberapa bulan setelah itu ia mendapat tawaran dari sutradara legendaris John Ford untuk main dalam film Mogambo bersama bintang-bintang tenar Clark Gable dan Ava Gardner.

Clark Gable sudah menjadi "Raja Hollywood" masa itu. Dengan gembira sekali Grace menelepon ibunya, "Saya akan pergi ke Afrika ... dengan Clark Gable!"

Permainannya di sana jauh lebih baik dari di High Noon. Ketika Mogambo dirilis pada Oktober 1953, ia telah menjadi tokoh di semua media. Majalah Look memilihnya sebagai aktris terbaik tahun 1953 dan menominasikannya sebagai aktris pembantu terbaik untuk Oscar tapi kalah.

Akhirnya Grace menarik perhatian Sutrddara Alfred Hitchcock. Menurut Hitchcock Grace memiliki keanggunan sensual. Dialah sutradara pertama yang memanfaatkan kelebihan Grace ini.

Sumber: Intisari
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved