8 Kembar Siam di Indonesia, Berhasil Dipisahkan tapi Ada yang Kembarannya Meninggal Dunia
Istilah kembar siam berawal dari pasangan kembar siam terkenal Chang dan Eng Bunker (1811-1874) yang lahir di Siam (sekarang Thailand).
BANGKAPOS.COM - Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu.
Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna.
Kemunculan kasus kembar siam diperkirakan adalah satu dalam 200.000 kelahiran.
Yang bisa bertahan hidup berkisar antara 5% dan 25%, dan kebanyakan (75%) berjenis kelamin perempuan.
Istilah kembar siam berawal dari pasangan kembar siam terkenal Chang dan Eng Bunker (1811-1874) yang lahir di Siam (sekarang Thailand).
Baca: Kembar Siam Menikahi Kakak Beradik, Hidup Bahagia hingga Akhirnya Putus Asa Lalu Mati Bersama
Menurut Reyna Dwi Restuti, Direktur medis dan Keperawatan, RSCM, kasus pemisahan bayi kembar siam di RSCM telah dilakukan sejak tahun 80-an.
Selama kurun waktu 2009 hingga 2015, tercatat ada 20 pasangan kembar yang dilakukan pemisahan.
Dari 20 kasus kembar siam yang dipisahkan, ada 8 kasus yang menyatu di perut dan dada, 3 kasus menyatu di bagian pusat, 3 kasus menyatu di bagian panggul, 2 kasus menyatu di bagian perut, 2 kasus menyatu di bagian dada hingga pusat, dan satu kasus menyatu di kepala serta satu kasus menyatu di bagian pantat.
Inilah deretan bayi kembar yang berhasil dipisahkan.
1. Rafky Setia Sumita dan Rifky Setia Sumita
Rafky Setia Sumita dan Rifky Setia Sumita anak dari Bari dan Yuni Setiawati.
Ibu muda ini tak pernah menyangka akan melahirkan bayi kembar siam dempet kepala pada 23 Oktober 2016 lalu di Rumah Sakit Kartika Husada Bekasi.
Pada tanggal 2 dan 4 Februari 2017 lalu, Rafky dan Rifky pun menjalani operasi pemisahan oleh tim dokter RSAB Harapan Kita dengan Penasihat Direksi dan Penanggung Jawab adalah Direktur Medik dan Keperawatan RSAB Harapan Kita, DR. Dr Didi Danukusumo, SpOG(K), sementara tim dipimpin oleh Dr. Alexandra, SpB, SpBA.
Total operasi berlangsung selama 28 jam yang melibatkan sekitar 70 dokter dan 25 perawat. Ada sekitar 17 dokter spesialis yang dikerahkan, mulai dari spesialis anak, bedah syaraf, anestesi, hingga bedah plastik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/yuliana-yuliani_20180324_164758.jpg)