8 Kembar Siam di Indonesia, Berhasil Dipisahkan tapi Ada yang Kembarannya Meninggal Dunia
Istilah kembar siam berawal dari pasangan kembar siam terkenal Chang dan Eng Bunker (1811-1874) yang lahir di Siam (sekarang Thailand).
Kembar siam yang merupakan putri pasangan Siti Maryam dan Edi Utomo lahir pada 16 November 2011 dengan kondisi dempet pada jaringan otak dan kulit kepala.
Kondisi ini disebut Kraniopagus dan jenis kembar siam yang jarang ditemukan, hanya terjadi 1 berbanding 2,5 juta kelahiran bayi.
Pada tanggal 11 Januari 2012, bayi kembar siam ini dioperasi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, selama 18-20 jam.
5. Nawal-Zakil
Bayi kembar siam asal Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Nawal-Zakil, meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jumat (24/07/20009) dini hari.
Bayi hasil pernikahan pasangan suami istri, Laswan Daniel dan Ita Wuri itu meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB atau lima jam setelah tim dokter RSUD dr Soetomo dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berhasil memisahkan bayi kembar siam asal Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Janeeta-Janetra.
Kepala Pusat Pelayanan Kembar Siam RSUD dr Soetomo, dr Agus Harianto, SpA (K), mengatakan, meninggalnya Nawal-Zakil akibat mengalami kegagalan multifungsi organ.
"Bayi kembar siam Nawal-Zakil hanya memiliki satu jantung, sehingga tidak mungkin dipisahkan seperti Janeeta-Janetra," katanya menjelaskan.
Tim dokter sebelumnya sudah memperkirakan bahwa Nawal-Zakil tidak mungkin akan bertahan dalam waktu lama, karena hanya memiliki satu jantung.
Bahkan, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, bayi kembar siam yang hanya memiliki satu jantung paling lama bertahan hidup sekitar 60 hari.
6. Janeeta-Janetra
Tim dokter dari RSUD dr Soetomo dan Fakultas Kedokteran Unair telah berhasil memisahkan bayi kembar siam, Janeeta-Janetra, Kamis (23/7) malam.
Operasi pemisahan di Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD dr Soetomo itu berlangsung selama 15 jam, mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.
Tingkat kesulitan operasi pemisahan bayi kembar siam asal Pasuruan, Jawa Timur, Janeeta-Janetra, sangat tinggi dengan risiko yang besar pula.
"Dibandingkan dengan kembar siam lainnya, operasi pemisahan Janeeta-Janetra kesulitannya sangat tinggi," kata Ketua Pusat Pelayanan Kembar Siam RSUD Soetomo, Surabaya, dr Agus Harianto, Sp.A (K).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/yuliana-yuliani_20180324_164758.jpg)