Film Avengers: Infinity War, Cerminan Pemujaan Manusia Terhadap Batu Bertuah
Batu Keabadian atau Infinity Stone di film Avengers terbaru terinspirasi oleh kisah-kisah nyata, begitu pula Batu Bertuah dalam kisah
Namun itu baru di permukaan. Batu yang kini dicari oleh para pahlawan super diketahui mampu membengkokkan hukum alam, dan mungkin mirip dengan "kanju dan manju" di Jepang.
Kanju dan manju adalah perhiasan yang terkenal yang bisa memberi kekuasaan pada pemiliknya untuk mengendalikan gelombang. Batu ini mirip dengan perhiasan Maya yang bisa menjaring kekuatan mengontrol berbagai elemen.
Bangsa Romawi Kuno pun mengklaim memiliki artefak serupa. Mereka merendam batu istimewa yang dikenal dengan nama lapis manalis ke air agar membawa hujan, dan ritual ini dikenal dengan nama aquaelicium.
Menambang makna
Meski sulit untuk memastikan apakah legenda-legenda ini berpengaruh pada penulis komik modern, namun asal-muasal kisah batu mistis mencakup wilayah yang cukup luas sehingga sejarah batu tersebut tak hanya berasal dari satu budaya saja, melainkan merupakan kumpulan dari kesadaran manusia.
Maka, pertanyaan sebenarnya bukan soal bagaimana batu-batu legendaris ini begitu sering muncul di seluruh dunia, tapi justru kenapa.
Menurut tulisan sejarawan agama George F Moore, batu mewarisi arti penting keagamaan sejak awal peradaban manusia.
"Pemujaan akan batu suci adalah salah satu bentuk agama tertua yang ada buktinya, dan salah satu yang paling universal," tulis Moore dalam American Journal of Archaeology.
"Bahwa pemujaan batu dalam kepercayaan modern tetap ada dan terbukti tak terhapuskan," tambahnya.
Moore menjelaskan bahwa batu-batu itu awalnya mendapat tempat suci karena menjadi altar bagi para pemuja, dan batu-batu yang berukuran besar atau berbentuk unik akan dipilih, karena dianggap lebih dibentuk secara istimewa oleh tangan yang kuasa.
Keberadaan batu suci seperti itu bisa terlihat dari beberapa agama kuno serta kontemporer, seperti Sledovik di Rusia atau Hajar Aswad dalam Islam.
Meski begitu, salah satu catatan paling awal akan batu bertuah berasal dari Yunani Kuno, yang beberapa kali menyebut Baetylia - yang kemungkinan adalah 'batu jiwa' pertama.
Batu-batu ini diyakini memiliki kekuatan hidup yang dihembuskan oleh para dewa, dan diberikan jiwa sehingga bisa bergerak sendiri, atau bahkan berbicara.
Dan lebih masuk akal jika orang di zaman dahulu menempelkan karakter semacam itu pada batu karena batu sesekali jatuh dari langit.
Bagi mereka yang belum mengetahui rahasia galaksi, hujan meteor tampak seperti berkah dari surga, dan meteor yang dikumpulkan pun dianggap memiliki keterkaitan dengan ilahi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/infinity-stone_20180507_181447.jpg)