Terlihat Mirip, Ternyata Ini Perbedaan Densus 88 dan Gegana, Pasukan Anti-Teror di Indonesia
Bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5) pagi diikuti dengan bom bunuh diri susulan
Tugas Pasukan Gegana adalah menjinakan bom, menangani ancaman KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), dan menangani teror.
Tugas Pasukan Gegana tak kalah berbahaya, lo! Bayangkan saja, mereka harus mencari bom dan menjinakannya supaya tidak meledak.
Baca: Ternyata Begini Cara Mengenali Pelaku Bom Bunuh Diri Menurut PBB
Baca: Respons Jokowi dan KPAI Soal 8 Korban Tewas Bom di Surabaya dan Sidoarjo adalah Anak-anak
3. Punya Cabang
Pasukan Gegana merupakan cabang dari Korps Brigade Mobil (Brimob).
Selain Pasukan Gegana, Korps Brigade Mobil (Brimob) juga punya pasukan cabang lain, namanya Pasukan Pelopor.
Pasukan ini bertugas menangani kerusuhan atau huru-hara, melakukan pencarian dan penyelamatan (SAR), mengamankan sesuatu yang sangat penting, melakukan operasi gerilya, dan melakukan pertempuran hutan terbatas.
4. Melakukan Penyelidikan
Sekilas, tugas Pasukan Densus 88 mirip dengan tugas Pasukan Gegana. Namun, Pasukan Densus 88 punya tugas lain.
Pasukan Densus 88 bisa melakukan penyelidikan dan menangkap orang-orang yang dianggap sebagai anggota teroris.
Jadi, tugas Pasukan Densus 88 bukan hanya mengamankan lokasi dari teroris, tapi juga menyelidiki siapa orang yang menjadi teroris itu.
Meski sama-sama pasukan anti-teror, Pasukan Densus 88 dan Pasukan Gegana punya empat berbedaan.
Saat ini ada beberapa imbauan dari Pemerintah Indonesia.
Baca: 4 Tahun Misteri, Pakar Penerbangan Akhirnya Ungkap Fakta Baru Hilangnya MH370, Sengajakah?
Kita sebagai anak-anak bisa membantu dua pasukan di atas dengan cara menaati imbauan yang diberikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/perbedaan-densus-88-dan-gegana_20180514_224529.jpg)