Hari Ini Tentara Islam Berhasil Taklukkan Kota Konstantinopel, Ini Kisahnya
Dinding kota yang begitu kokoh dibangun secara berlapis-lapis sehingga sangat sulit ditembus umat Islam ketika itu, dan menyebabkan Sultan...
TEPATNYA, hari ini tanggal 29 Mei, merupakan hari bahagia dan bersejarah bagi umat Islam.
Pasalnya, di tanggal inlah, ketika tentara Muslim yang dipimpin oleh seorang sultan muda telah berhasil merebut kota Konstantinopel.
Baca: Menghilang dari Publik, Putra Mahkota Kerajaan Arab Diduga Meninggal dalam Insiden Penembakan
Kota Konstantinopel, yang dikenal sebagai Istanbul sekarang adalah salah satu kota bersejarah dunia yang didirikan oleh Kaisar Roma, Kaisar Konstantinus pada tahun 330 Masehi, sebagaiman dilapokran oleh portal online setempat.
Kota ini yang sangat strategis dari segi administratif, ekonomi, dan militer. Kota inipun menjadi idaman para penguasa dunia untuk mendapatkan daerah itu, termasuk pemimpin dan komandan Prancis, Napoleon Bonaparte.
Baca: Angga Wijaya Beberkan Bukti Cintanya Pada Dewi Persik, Apa Neng Gak Ingat Ini? Maafkan Aa Neng
Dia pernah mengatakan bahwa jika dunia merupakan sebuag negara, maka Konstantinopel adalah kota yang paling diinginkan untuk menjadi ibu kotanya.
Dalam sejarah Islam, pembukaan kota telah ini telah dilakukan oleh tentara Islam sejak masa Kekaisaran Umayyah pada tahun 44 Hijriah.
Baca: Ustaz Abdul Somad Dicaci, Kini Giliran Sahabatnya Diperiksa KPK, Ini Penyebabnya
Serangkaian perang berlanjut sampai masa pemerintahan Kerajaan Abbasiyah termasuk selama masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rashid pada tahun 190 Hijriah.
Namun, upaya itu selalu dikalahkan oleh pasukan musuh.
Sampai pada masanya, yakni Pemerintahan Ottoman, Sultan Muhammad bin bin Muhammad bin Muhammad Bayazid (Sultan Muhammad Al-Fateh) berhasil menaklukkan kota Konstantinope, ketika sang sultan tersebut berumur 21 tahun.
Baca: Penuh Mistis & Bikin Merinding, Ini Potret Ruang Rahasia Roy Kiyoshi di Rumah Mewahnya
Setelah naik tahta menggantikan ayahnya, Sultan Muhammad Al-Fateh telah mempelajari rencana Kota Konstantinopel setiap malam untuk mengidentifikasi titik lemah, termasuk juga mengendap secara rahasia di kseitar sekitar dinding kota Konstantinopel.
Sultan menginstruksikan pembangunan peralatan perang modern seperti meriam besar yang bisa mengebom 300 kilogram sejauh 1 batu sebagai persiapan perang.
Adapun kisah tersebut bermula pada 19 April 1453, perang pecah antara Muslim melawan tentara Kristen Ortodoks di bawah Kekaisaran Bizantium.
Baca: Inilah Masjid Kobe, Tetap Kokoh Berdiri Meski Pernah Kena Bom Atom dan Gempa Bumi Hebat
Dinding kota yang begitu kokoh dibangun secara berlapis-lapis sehingga sangat sulit ditembus umat Islam ketika itu, dan menyebabkan Sultan Muhammad Al-Fateh mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding benteng Bizantium yang memuat ratusan tentara.
Namun, pasukan Bizantium berhasil menghancurkan menara dan mencegah pasukan umat Islam.
Tidak cukup dengan itu, tentara Bizantium telah dibantu oleh pasukan bersenjata Vatikan (Romawi) yang mencapai di perairan teluk Golden Horn dengan merentangkan rantai besi yang menyebabkan umat Islam tidak bisa masuk.
Baca: Lama Tak Terdengar Kabar, Penampilan Terbaru Teh Ninih Istri AA Gym Bikin Pangling
Ketika ini terjadi, situasi yang menjadi titik penting dalam sejarah perang dunia ketika Sultan Muhammad Al-Fateh menggunakan kebijaksanaannya dengan memerintahkan memesan 72 kapal perang untuk diangkut melintasi pegunungan sebelum diluncurkan kembali ke perairan Teluk Golden Horn.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/masjid-biru-atau-masjid-sultan-ahmed-saat-senja-hari-di-istanbul_20161013_174920.jpg)