Peringati Hari Lahir Pancasila, Begini Pidato Asli Presiden Soekarno 1 Juni 1945
Peringati Hari Lahir Pancasila, Begini Pidato Asli Presiden Soekarno 1 Juni 1945, Apa isinya
5. Prinsip Ketuhanan
Setelah menjelaskan sila dalam keempat dasar negara itu, Soekarno menjelaskan prinsip kelima yakni Ketuhanan.
"Bukan saja bangsa Indonesia berTuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan. Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa Al Masih, yang belum ber-Tuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW. Orang Budha menjalankan ibadahnya menurut kitabnya," kata Bung Karno.
Prinsip Ketuhanan ini hendaknya dijalankan dengan penuh keadaban. "Apakah cara yang berkeadaban, ialah hormat menghormati satu sama lain. Nabi Muhammad telah memberi bukti yang cukup tentang menghormati agama lain. Nabi Isa pun demikian," katanya.
"Saudara-saudara, dasar negara telah saya usulkan. Lima bilangannya. Inikah Panca Dharma? Bukan!" katanya.
Soekarno mengaku senang simbolik. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan. Kita mempunyai Panca Indera.
"Namanya bukan Panca Dharma. Saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa namanya ialah Panca Sila. Sila artinya azas atau dasar, dan di atas lima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal, dan abadi," tegas Bung Karno yang disambu gemuruh tepuk tangan hadirin.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: pidato-asli-bung-karno-terkait-hari-lahir-pancasila-1-juni-1945
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bung-karno_20170920_113551.jpg)