Jalin Silaturrahmi di Hari Raya Idul Fitri, Ini Adab Bertamu Sesuai Anjuran Rasulullah
ketika orang beriman bertemu orang beriman yang lain, lalu mengucapkan salam dan berjabat tangan, maka rontoklah dosa-dosa keduanya.
"Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Pulanglah, maka pulanglah kamu. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. An-Nuur: 28)
Baca: 14 Kumpulan Pantun Ucapan Selamat Idul Fitri 1439 H yang Kekinian, Dijamin Pererat Persaudaraan
4. Ketuk Pintu dengan perlahan
Tidak dibolehkan mengetuk pintu rumah dengan kasar, tidak menggedor-gedor dan tidak berlebihan
Hal itu sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik RA: “Kami di masa Nabi SAW mengetuk pintu dengan kuku-kuku.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad bab Mengetuk Pintu)
5. Jangan berdiri tepat di depan pintu masuk
Jangan berdiri tepat di depan pintu masuk, tetapi berdirilah di samping kiri atau kanan pintu.
Hal ini untuk mencegah supaya kita tidak secara langsung melihat apa yang ada di dalam rumah sebelum diizinkan.
Hal ini berkaitan dengan kesiapan pemilik rumah untuk mempersiapkan segalanya dalam menyambut tamu.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu seseorang, beliau tidak menghadapkan wajahnya ke depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum.. assalamu’alaikum,” (HR. Abu Dawud).
Baca: Jadi Viral, Puluhan Kambing Ini Naik ke Van Secara Teratur saat dengar Kata Naik
6. Jangan mengintip ke dalam rumah
Setiba di rumah yang dikunjungi tetaplah berada di luar rumah sampai pemilik rumah mempersilakan masuk dengan membuka pintu.
Sebelum pintu dibuka jangan coba-coba mengintip ke dalam rumah, walau hanya untuk memeriksa apakah ada orang di dalam rumah atau tidak.
Dari Anas bin Malik RA, ada seorang laki-laki mengintip kamar Nabi SAW, lalu Nabi berdiri menuju kepadanya dengan membawa anak panah yang lebar atau beberapa anak panah yang lebar, dan seakan-akan aku melihat beliau menanti peluang untuk menusuk orang itu.” (HR. Bukhari dalam Kitabul Isti’dzan)
Dalam hadits lain Rasulullah SAW pernah bersabda: "Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.”(HR. Bukhari dalam Kitabul Isti’dzan)
Baca: Tampil Sederhana, Nagita Slavina Rela Lakukan Hal Ini Saat Makan di Tempat Umum Bersama Rafathar
7. Perkenalkan diri Anda
Jika kita mengucapkan salam kemudian pemilik rumah bertanya, “siapa?” maka jawablah dengan nama jelas kita.
Al-Imam an Nawawi rahimahullah dalam kitabnya yang terkenal, Riyadhush Shalihin membuat bab khusus, “Bab bahwasanya termasuk sunnah jika seorang yang minta izin bertamu ditanya namanya, “Siapa anda?” maka harus dijawab dengan nama atau kunyah (panggilan dengan abu fulan/ummu fulan) yang sudah dikenal, dan makruh jika hanya menjawab, “Saya” atau yang semisalnya.”
Ummu Hani RA, seorang sahabiyah mengatakan, “Aku mendatangi Nabi ketika beliau sedang mandi dan Fathimah menutupi beliau. Beliau bertanya, “Siapa ini?” Aku katakan, “Saya Ummu Hani`.” (Muttafaqun ‘alaihi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ucapan-selamat-hari-raya-idul-fitri-i_20180614_172559.jpg)