Selasa, 21 April 2026

Andre Graff Berkali-kali Nyaris Mati saat Gali Sumur di Tanah Sumba yang Gersang

Tanah yang gersang di Nusa Tenggara Timur itu membukakan mata batin Andre Graff untuk berbuat sesuatu.

Editor: fitriadi
Ade Sulaeman
Andre Graff, bule penggali sumur di tanah Sumba. 

Ia membandingkan mereka dengan masyarakat di perkotaan atau di negara-negara semaju Eropa.

Masyarakatnya sibuk, sebagian besar tak punya waktu, bahkan tak punya senyum.

"Di Sumba saya menemukan orang-orang yang punya banyak waktu dan punya senyum. Saya hidup bersama mereka, menurut cara mereka, benar-benar menggantungkan nasib pada alam," kata pria lajang 56 tahun ini.

Ia lantas terpanggil untuk mengabdi. Sadar bahwa hal paling mendasar dari penderitaan hidup masyarakat Sumba adalah kurangnya air, ia pun mulai berikhtiar mencari sumber air.

Begitu ketemu, ia meminta bantuan orang-orang ramah untuk menggali dengan peralatan seadanya.

Tidak langsung berhasil, memang. Benar-benar trial and error.

Tapi begitu sumber air ketemu dan air memancar, kebahagiaan bagai tak terperi.

Maka Andre pun melanjutkan kiprahnya dengan menggali dan terus menggali sumur di seantero Pulau Sumba.

Sumur dalam bentuk yang sederhana memerlukan biaya sekitar Rp10 juta.

Mula-mula biaya keluar dari kantong Andre sendiri, dari tabungan dan hasil persewaan rumahnya di Prancis.

Tapi lama-lama, sumur harus makin besar dan harus dipompa dengan mesin dan ditampung.

Biayanya bisa puluhan, bahkan ratusan juta.

Malah untuk jenis yang bagus, dengan pompa berkualitas buatan Jerman yang digerakkan dengan tenaga Matahari, membangun rumah beratap untuk menyimpan bak penampungan, dan jalur distribusi melalui pipa-pipanya, biayanya bisa mencapai Rp700 juta.

Baca: Terungkap Rahasia Maia Estianty Mampu Bangkit Kembali Setelah Terpuruk dalam Kesendirian

Andre pun mengontak dan mendatangi para donatur, juga meminta bantuan peralatan dari perusahaan jasa air minum di Jakarta.

"Sampai sekarang sudah terbangun 29 sumur di seuruh Sumba," kata Andre.

Bule Penggali Sumur di Tanah Sumba (3): Terkesan Senyum Orang Miskin
Warga menadah air dari keran yang terhubung ke sumur buatan Andre Graff. (Ade Sulaeman)

Berkali-kali Nyaris Mati

Sumber: Intisari
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved