Selasa, 5 Mei 2026

Inilah Uang Rp 30 Miliar yang Berhasil Diselamatkan saat KM Lestari Maju Karam di Selayar

Uang yang dikemas dalam 7 buntelan (kodi) karung goni itu, berhasil dievakusi dari laut.

Tayang:
Editor: fitriadi
Handover
Petugas keamanan Bank Sulselbar, Andi Rivai memperlihatkan tumpukan uang kertas pecahan Rp 100 ribu usai diselamatkan. Uang tersebut sempat ikut tenggelam bersamaan dengan tenggelamnya KM Lestari Maju di Perairan Selayar, antara Pulau Pasi dan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018) siang. 

BANGKAPOS.COM - Inilah penampakan tumpukan uang kertas pecahan Rp 100 ribu saat diperlihatkan oleh petugas keamanan Bank Sulselbar, Andi Rivai, sebagaimana foto diterima dari Polda Sulawesi Selatan.

Uang tersebut adalah bagian dari uang senilai total Rp 30 miliar sempat ikut tenggelam bersamaan dengan tenggelamnya KM Lestari Maju.

KM Lestari Maju di Perairan Selayar, antara Pulau Pasi dan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018) siang.

Uang tersebut awalnya hendak dibawa ke Kantor Cabang Bank Sulselbar di Benteng, Selayar, dari Kantor Pusat Bank Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan, menggunakan mobil.

Baca: KM Lestari Maju Karam, 7 Karung Berisi Uang Rp 30 Miliar Berhasil Diangkat dari Dasar Lautan

Saat kapal yang digunakan untuk menyeberang dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, menuju Selayar tenggelam, mobil pun ikut tenggelam.

Saat kapal dan mobil tenggelam, beredar kabar jika uang Rp 30 miliar untuk pembayaran gaji ke-13 aparatur sipil negara dan bantuan operasional sekolah tersebut ikut terhambur di laut.

Namun, kabar tersebut terbantahkan.

Uang yang dikemas dalam 7 buntelan (kodi) karung goni itu, berhasil dievakusi Selasa tengah malam.

Enam atlet penyelam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel dan Selayar, dan aparat dari Polairud, personel TNI, Basarnas, dan nelayan, ikut membantu proses evakuasi uang negara itu.

“Dua staf Bank Sulselbar yang selamat ikut menyaksikan proses evakuasi,” kata Kapolres Selayar, AKBP Syamsu Ridwan, Rabu (4/7/2018).

Baca: Balita Penumpang KM Lestari Maju yang Karam Ditemukan Menangis Terombang-ambing Sendirian di Lautan

Andi Ridho, pengurus POSSI yang ikut membantu proses evakuasi uang itu, membenarkan proses evakuasi yang memakan waktu sekitar 10 jam dan dibawa pengawasan aparat.

“Kita mendahulukan evakuasi korban. Uang itu diangkut naik dengan tali, setelah semua korban ditemukan, “ ujarnya.

Seusai karung berisi uang diangkat ke permukaan, seluruh uang masih utuh.

Tak ada yang rusak terkena air asin lantaran sebelumnya uang itu dibungkus menggunakan plastik.

Sebelumnya, Bank Sulselbar tak khawatir jika uang tersebut tak ditemukan di dasar laut atau akibat terbawa gelombang.

Baca: Video Penumpang Berjatuhan saat Perahu Penyelamat Korban KM Lestari Maju Diterjang Ombak 5 Meter

Pemimpin Group Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan mengatakan, pihaknya telah mengasuransikan uang tersebut sesuai dengan prosedur.

Setiap pendistribusian uang antarkantor bank memang telah diasuransikan untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

Foto hoaks (kiri) dan foto asli (kanan) uang Rp 30 miliar milik Bank Sulselbar. Uang tersebut sempat ikut tenggelam bersama KM Lestari Maju di antara Pulau Pasi dan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018). (HANDOVER)
Foto hoaks (kiri) dan foto asli (kanan) uang Rp 30 miliar milik Bank Sulselbar. Uang tersebut sempat ikut tenggelam bersama KM Lestari Maju di antara Pulau Pasi dan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018). (HANDOVER) 

15 Fakta KM Lestari Maju Tenggelam

KM Lestari Maju tenggelam ketika lambungnya bocor, lalu dihantam ombak di antara Pulau Pasi dan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018).

Kapal yang semula adalah kapal kontainer, lalu dialihfungsikan menjadi feri, sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Mengangkut 139 penumpang dan 48 kendaraan bermotor.

Hingga pukul 23:00 Wita, berdasarkan data yang dibagikan Kapolres Selayar, AKBP Syamsu Ridwan, sebanyak 25 korban ditemukan tewas tenggelam.

Baca: Kapal KM Lestari Maju Tenggelam, Korban Tewas Jadi 25 Orang, 1 Telah Diambil Keluarganya

Terkait dengan karamnya kapal ini, berikut sederet fakta yang dihimpun Tribun-Timur.com.

1. Spesifikasi kapal:

* nomor International Maritime Organization (IMO) 8720541

* berat 749 GT

* deadweight (DW) 699 ton.

* kecepatan mesin 11 knot.

* panjang 56,9 meter + tinggi (beam) 9,5 meter + draught 3,15 meter

2. B erusia 30 tahun.

Diproduksi pada tahun 1988 oleh Kamishima Shipbuildibf di Hiroshima, Jepang.

3. Kategori kapal (Vessel General Cargo Ship) dan dioperasikan oleh PT Pelayaran Lintas Benua yang berkantor pusat di Pontianak, Kalimantan Barat.

4. Sebelum disewa ASDP Regional IV Selayar tahun 2016, KM Lestari Maju jadi angkutan Semen Gresik di Pulau Kalimantan, Jawa.

5. Tangal 21 Januari 2013, kapal ini masuk dock di Pontianak dan ditambal di beberapa bagian.

6. Sejak tahun 2016,, KM Lestari Maju, satu dari 4 kapal penumpang/feri yang rutin melayani penumpang dari Bira (Bulukumba) ke Pammatata (Selayar), selain KM Bontoharu, KM Tunu Pratama Jaya 2888, dan KM Bilabo.

Baca: Sebelum Tenggelam, Lambung KM Lestari Maju Sempat Ditambal dan Penuh Karatan, Lihat Foto-fotonya

7. Belum setahun beroparasi, tanggal 27 Februari 2017 dilaporkan mengalami kerusakan mesin.

8. Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Pamatata Selayar Andi Bastaruddin, 2 April 2018 melalui Surat Nomor 55.1.1/006/IV/PMTT/2018 menyampaikan bahwa KMP Lestari Maju rusak

9. Pada tanggal 23 Desember 2017, PT Pelayaran Lintas Benua, ajukan surat No 159/PLB/XII/2017 ajukan surat perpanjangan sertifikat laik operasi kepada Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub RI

Kapal Motor (KM) Lestari Maju dikabarkan tenggelam saat berlayar dari pelabuhan Bira ke pelabuhan Pamatata Selayar, Selasa (3/7/2018).
Kapal Motor (KM) Lestari Maju dikabarkan tenggelam saat berlayar dari pelabuhan Bira ke pelabuhan Pamatata Selayar, Selasa (3/7/2018). (HANDOVER/POSMA)

10. Pada tanggal 28 Desember 2017, Cap Sidrotul Muntaha M Mar, Kasubdit Keselematan Kapal Direktur Perkapalan dan Kepelautan Dirjen Hubla, Kemenhub, menyurati KaOPS II Pontianak untuk mempertimbangkan penyetujuan pemberian izin untuk satu kali pelayaran dari Pontianak ke Pelabuhan Surabaya tanpa membawa muatan untuk di-scrapping; dengan memperhatikan keselamatan nautis, teknis, radio. 

11. Pada tanggal 30 November 2017, penumpang KM Lestari Maju mengeluh karena ruang VIP penumpang panas.

Jumlah kursi juga tak dapat menampung seluruh penumpang.

12. Senin 2 April 2018 diberitakan tak melayani penumpang karena kembali mengalami rusak mesin Melalui Surat nomor 55.1.1/006/IV/PMTT/2018 dan dilakukan perbaikan hingga waktu yang tidak ditentukan.

13. Kepala UPT Terminal Bonea Selayar, Andi Eka Putera Rindam berharap KMP Lestari Maju segera diperbaiki dengan cara penggantian spare part.

14. Senin, 30 April 2018, pihak KM Lestari Maju tak hadir pada rapat koordinasi keselamatan.

Rapat dipimpin Kepala Dishub Selayar, Andi Baso.

Juga dihadiri Kasat Keamanan Pelabuhan Tombong, Sekretaris Dishub Andi Nurdiana, Kasat Pol PP Damkar Ahmad Alief Yanto, Kepala UPP Selayar Syamsul Bakhri, SE, Camat Bontomatene Andi Massaile, Kepala Ops ASDP Hari Laksono, Kepala UPTD Pelabuhan Pamatata, Jamalani.

Semua unsur perusahan operator kapal rute Bira-Pamatata, hadir kecuali pihak KM Lestari Maju.

Balita penumpang KM Lestari Maju ditemukan selamat sendirian terombang-ambing di laut perairan Selayar, Sulawesi Selatan.
Balita penumpang KM Lestari Maju ditemukan selamat sendirian terombang-ambing di laut perairan Selayar, Sulawesi Selatan. (Facebook)

15. Juni 2018 bersama KM Tunu Pratama Jaya 2888, dan KM Bontoharu otoritas pelabuhan meminta KM Lestari Maju, meladeni penumpang mudik Lebaran oleh Kepala UPT ASDP Bira, Nurjang

16. Jumat, 29 Juni 2018, Dinas Perhunungan Provinsi Sulsel ingatkan semua angkutan laut untuk berhati-hati dengan dampak cuaca buruk.

Surat Nomor B-724/Dishub/2018 ini diteken Kadishub Sulsel Muh Ilyas Iskandar, untuk kepala Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar, Kepala UPT ASDP Bira dan selaruh UPP lingkup Dishub Sulsel.

17. Jumat, 29 Juni 2018, Kepala UPT ASDP Bira, Nurjang umumkan penjadwalan ulang kapal penyeberangan rute Bira-Pamatata.

Namun, yang aneh, KM Lestari Maju, pada hari kecelakaan Selasa (3/7/2018), dijadwalkan tarik jangkar pukul 09.00 wita dari Bira, namun ternyata sudah tidak dijadwalkan lagi kembali berlayar dari Pammatata Selayar ke Bira pada hari itu.

(Tribun Timur/Nurwahidah/Thamzil Thahir)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved