Disebut Durhaka, Ini yang Dilakukan Eza Gionino pada Ibunya, Tapi Tak Bisa Lepas dari Calon Istrinya
Eza, yang didampingi manager dan guru spiritualnya, memberi klarifikasi melalui konferensi pers.
"Mamah yang tahu, Eza bagaimana dari dulu. Dan Eza nggak berubah mah. Tanggung jawab sepenuhnya, tetap Eza lakukan," sambungnya.
Karena permaasalahannya sudah tersebar di media massa, Eza meminta ibunya untuk meredam emosi dan mau membuka hati.
"Eza minta cuma satu mah, tolong buka hati mamah sedikit aja. Jangan emosi yang diutamakan. Sedikit aja mah," jelas Eza.
Ia pun meminta kesempatan dan restu pada ibunda untuk bisa menikahi perempuan pilihannya, Echa.
"Eza mau nikah mah. Eza tahu, mamah pasti berharap yang terbaik buat Eza. Semua orang pun begitu. Cuma tolong lah mah kasih Eza kesempatan, Eza mau nikah dengan pilihan Eza yang Insya Allah nanti dia juga akan sayang sama mamah. Dan dia akan mengarahkan ke jalan yang baik. Tolong doa restunya mah," papar Eza.
Di balik perseteruannya, ia mengaku sempat menghubungi ibunda saat lebaran dan minta maaf.
"Hari Sabtu, tanggal 16 Juni 2018. Minal aidzin walfaidzin mah, maafin kesalahan Eza selama ini. Semoga mamah diberikan kesehatan, berkah yang lebih lagi. Semoga mamah bisa buka hati mamah sedikit nantinya untuk Eza dan Echa. Amin," jelas Eza sambil menunjukkan pesannya ke depan kamera.
Lebih lanjut ia menduga ada pihak yang mengatur ibunya untuk mengeluarkan kata-kata demikian untuk dirinya dan mengumbarnya lewat media.
"Seperti yang saya bilang tadi, ini bukan kata-kata ibu saya. Saya yakin pasti ada orang di belakangnya, saya nggak tahu siapa. Dan saya berharap saya nggak akan pernah tahu orang itu siapa," kata Eza.
Jika tidak ada yang mengaturnya, ia mengajak ibunya untuk membuktikannya terlebih dahulu.
Ia menegaskan bahwa Echa tidak pernah memonopoli hidupnya.
"Kalau misalnya mamah memang merasa seperti itu, lihat dulu pembuktiannya seperti apa. Kalau misalnya dia, Echa, mengontrol hidup saya, memonopoli hidup saya, mengatur hidup saya. Pasti saya tinggalin," kata pemilik nama asli Muhammad Eza Pahlevi ini.
"Buat apa saya hidup dengan perempuan yang mengarahkan saya nggak benar. Buat apa?" tanya Eza.
Eza sendiri mempertahankan Echa karena yakin pada perempuan pilihannya itu.
"Kenapa saya pertahanin, karena saya yakin hidup saya akan maju dengan Echa dan ibu saya," papar Eza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/eza_20180711_124448.jpg)