Breaking News:

Media Inggris Bongkar Buzzer Ahok Digaji Ratusan Poundsterling, Begini Cara Kerjanya

Sejumlah akun palsu ini memang bekerja untuk menyebarkan fitnah, kebencian, dan SARA, yang dengan mudah dimakan oleh berbagai

Editor: Iwan Satriawan
Intisari
Ilustrasi media sosial. 

Proyek itu ada yang mengatasnamakan sebagai bagian dari Muslim Cyber ‚Äč‚ÄčArmy: operasi 'berita palsu' yang dirancang untuk menggagalkan pemimpin Indonesia.

Timnya itu terdiri dari 20 orang, masing-masing dengan 11 akun media sosial. Mereka akan menghasilkan hingga 2.400 postingan per hari, sehingga media sosial hingar bingar.
Timnya itu terdiri dari 20 orang, masing-masing dengan 11 akun media sosial. Mereka akan menghasilkan hingga 2.400 postingan per hari, sehingga media sosial hingar bingar. (The Guardian)

MCA yang menggunakan akun palsu untuk provokasi ini sebagian di antaranya sudah ditangkap.

Selama beberapa bulan di tahun 2017, Alex, yang namanya telah diubah, meyatakan, dia adalah salah satu dari lebih dari 20 orang di dalam pasukan maya rahasia yang memompa pesan dari akun media sosial palsu untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai "Ahok" , saat ia berjuang untuk memenangkan kancah pemilihan kembali.

"Mereka mengatakan kepada kami bahwa Anda harus memiliki lima akun Facebook, lima akun Twitter, dan satu Instagram," katanya kepada Guardian.

"Dan, mereka mengatakan kepada kami untuk terus merahasiakannya. Mereka mengatakan, itu adalah 'waktu perang' dan kami harus menjaga medan perang dan tidak memberi tahu siapa pun tentang tempat kami bekerja," katanya.

Indonesia adalah sebuah negara yang menduduki peringkat di antara lima pengguna Twitter dan Facebook teratas secara global, Alex dan kawan-kawannya ini dikenal sebagai "buzzer teams".

Sebuah kelompok yang memerkuat pesan dan menciptakan "buzz" di jejaring sosial.

Meskipun tidak semua tim buzzer menggunakan akun palsu, tapi banyak yang melakukannya.

Alex mengatakan, timnya yang terdiri dari 20 orang, masing-masing dengan 11 akun media sosial.

Mereka akan menghasilkan hingga 2.400 posting di Twitter sehari.

Operasi ini dikatakan telah dikoordinasikan melalui grup WhatsApp bernama Pasukan Khusus, yang berarti "pasukan khusus" dalam bahasa Indonesia, yang diperkirakan Alex terdiri dari sekitar 80 anggota.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved