Kamis, 7 Mei 2026

Media Inggris Bongkar Buzzer Ahok Digaji Ratusan Poundsterling, Begini Cara Kerjanya

Sejumlah akun palsu ini memang bekerja untuk menyebarkan fitnah, kebencian, dan SARA, yang dengan mudah dimakan oleh berbagai

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Intisari
Ilustrasi media sosial. 

Seorang juru bicara dari Twitter menolak untuk menentukan berapa banyak akun palsu Indonesia yang telah diidentifikasi atau dihapus dari platformnya pada tahun lalu.

Perusahaan itu mengatakan, mereka telah "mengembangkan teknik baru dan pembelajaran mesin eksklusif untuk mengidentifikasi otomatisasi berbahaya".

Mengingat bahwa Ahok kalah dalam pemilihan dan berakhir di penjara, Alex mengatakan, dia tidak yakin seberapa efektif timnya tersebut.

Sementara itu, Ulin Yusron, juru bicara tim kampanye Ahok menolak mengomentari tuduhan tertentu, tetapi mengatakan kampanye itu "sangat sulit".

"Penggunaan fitnah, kebencian, dan hoax sangat besar," katanya kepada Guardian.

“Secara alami, tim membentengi diri dengan pasukan pendukung, termasuk di media sosial. Itu bukan sesuatu yang baru dalam politik,” demikian pernyataan dia.

Peneliti Rasidi mengatakan, tim buzzer beroperasi dengan cara yang sama seperti gosip.

“Ketika semua orang berbicara tentang hal yang sama Anda mungkin berpikir bahwa mungkin itu benar, mungkin ada beberapa manfaatnya. Di situlah letak dampaknya.”

Pemilihan Jakarta - yang melihat petahana Ahok bersaing dengan putra mantan presiden Agus Yudhoyono, dan mantan menteri pendidikan, Anies Baswedan.

Demonstran menyerukan Ahok dipenjara atas tuduhan penodaan agama.

Rali isu kemudian dipromosikan besar-besaran oleh gerakan online buram yang dikenal sebagai Cyber ​​Army Muslim atau MCA, yang memekerjakan ratusan akun palsu dan anonim untuk menyebarkan konten Islam rasis dan garis keras yang dirancang untuk mengubah pemilih Muslim terhadap Ahok.

Alex mengatakan, timnya kemudian dipekerjakan untuk melawan banjir sentimen antiAhok, termasuk hashtag yang mengeritik kandidat oposisi, atau menertawakan sekutu Islam mereka.

Tim Alex, yang terdiri dari pendukung Ahok dan mahasiswa yang terpikat oleh bayaran yang menguntungkan sekitar $ 280 (£ 212) sebulan, diduga bekerja di "rumah mewah" di Menteng, Jakarta Pusat.

Mereka masing-masing diberitahu untuk mengirim 60 hingga 120 kali sehari di akun Twitter palsu mereka, dan beberapa kali setiap hari di Facebook. (Gede Moenanto Soekowati)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Investigasi Guardian Bongkar Buzzer Ahok Digaji Ratusan Poundsterling Pakai Akun Palsu, 

Sumber: Warta Kota
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved