Leisure Bangka Belitung
Komunitas Multicopter Sungailiat, Terbang Tanpa Pilot Promosikan Wisata
Kecil dan unik, memiliki baling-baling, menyerupai pesawat atau helikopter. Benda bernama drone itu
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketika benda ini mengudara, pandangan mata akan tertuju padanya.
Kecil dan unik, memiliki baling-baling, menyerupai pesawat atau helikopter. Benda bernama drone itu bisa terbang tanpa awak atau pilot, karena dikendalikan jarak jauh oleh pemiliknya menggunakan signal tertentu.
Tak heran jika akhir-akhir ini, penggunaan drone semakin populer. Banyak orang menggunakan drone untuk berbagai kepentingan.
Padahal, awalnya drone merupakan fasilitas yang hanya digunakan pihak militer atau pemerintah. Tapi kini siapa saja bisa memiliki atau mengendalikan benda tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Multicopter Sungailiat.
Kumpulan pecinta drone ini berdiri enam bulan lalu, tepatnya Tanggal 22 Maret 2018.
Hingga kini komunitas tersebut sudah beranggotakan 15 orang.
Ketua Komunitas Multicopter Sungailiat, Dedi kepada Bangka Pos, Jum'at (27/7) menjelaskan tentang kelompok yang ia pimpin.
Pria yang akrab disapa Dedi Baloy menyebut keberadaan Komunitas Multicopter bertujuan untuk memberikan edukasi pada teman-teman yang baru memiliki drone, agar bisa mengeksplore tempat-tempat wisata melalui foto udara maupun video.
“Pertama kita ingin mengajak teman-teman yang mempunyai hobi yang sama, biar kita saling berbagi ilmu, dan untuk mengedukasi bagaimana sih cara mengoperasi drone itu sebenarnya dan seperti apa. Soalnya drone ini juga sangat berbahaya, seperti baling-baling drone ini kan kalau kena tangan bisa luka. Karena dulu saya pernah mengalami dan pernah luka. Karena itu perlu edukasi bagi temen-teman yang baru punya drone," kata Baloy.
Namun hal seperti itu lanjut Baloy, tak perlu ditakuti. Selama penggunaaan drone sesuai aturan, hal-hal tak diinginkan dapat dihindari.
Bagi pemula yang ingin belajar mengoperasi drone hingga mahir, hanya diperlukan waktu paling lama dua minggu.
Intinya, pemula yang ingin menerbangkan drone, harus menguasai teori, berhati-hati dan tak mudah panik.
"Bahkan kalau dia sudah punya drone dan langsung diajarkan teman teman kita yang sudah mahir, saya rasa tidak memerlukan waktu lama, dua sampai tiga jam bisa terbang, main jarak pendek sudah bisa,” katanya.
Diakui Baloy, ada kendala saat mengoperasikan drone. Kendala yang dimaksud, antara lain, ketika drone mengalami lost signal atau gangguan signal dari handphone (HP) ke remote drone.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ketua_20180729_185902.jpg)