Selasa, 19 Mei 2026

HUT RI Ke 73

Ketika Jepang Pergi, Belanda Ingin Kuasai Indonesia Tapi Gagal, Ini Alasannya

Detik-detik Proklamasi, Ketika Jepang Pergi, Belanda Ingin Kuasai Indonesia Tapi Gagal, Ini Alasannya

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Intisari

Sementara itu seusai pertempuran laut di Jawa pada tanggal 1 Maret, Laksamana Helfrich dari AL bersama suatu staf kecil berangkat ke Kolombo dengan sebuah pesawat Catalina yang diberangkatkan dari Situ Bagendit, Garut.

Kapal-kapal Angkatan Laut Belanda yang lepas dari cengkeraman Jepang ada pula yang sempat melarikan diri ke Australia dan Kolombo.

Cari informasi

Di Australia, Belanda mendirikan Nederlands Indies Commissie (Panitia Hindia Belanda), yaitu semacam pemerintahan pelarian yang berkedudukan di Australia.

Sudah barang tentu selama berada di Australia mereka berusaha untuk mengetahui perkembangan situasi yang terjadi di Indonesia.

Padahal hubungan dengan Indonesia praktis putus.

Sebenarnya, sebelum meninggalkan Hindia Belanda, Van der Plas meninggalkan sejumlah uang kepada orang Indonesia untuk mengorganisasi suatu gerakan di bawah tanah.

Usaha ini ternyata gagal dan dapat dibongkar Kempetai Jepang.

Di antara mereka yang tertangkap dan dihukum, malah dihukum mati, adalah Mr. Amir Syarifuddin.

Atas permintaan Soekarno — Hatta hukuman itu diubah menjadi seumur hidup.

//

Di Australia orang-orang Belanda itu mendirikan suatu dinas yang bertugas memantau siaran-siaran radio Jepang yang disiarkan dari Jakarta.

Pada tahun 1944 didirikanlah NAFIES (Netherlands' Armed Force Intelligence Service), yaitu Dinas Rahasia Angkatan Perang Belanda.

Salah satu tugasnya adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari target yang hendak dicapainya, dalam hal ini mencari informasi dari Indonesia.

Siaran radio Jepang waktu itu, Nippon Hosukyoku, dapat ditangkap di Australia.

Mereka juga mendengar pidato-pidato Soekarno - Hatta, yang seringkali disertai slogan-slogan anti-Sekutu, "Amerika kita setrika, Inggris kita linggis".

Sumber: Intisari
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved