Jumat, 8 Mei 2026

Pinjaman Online Kian Menjamur, Satu Jam Uang Cair, Simak Plus Minusnya

Cukup bermodalkan KTP dan beberapa informasi tambahan, Budi berhasil mendaftar dan memilih pinjaman

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustrasi 

Ia juga menjelaskan pengalaman baiknya saat mengajukan peminjaman di Kredit Pintar tersebut.

“Prosesnya terbilang cepat dan tidak sulit."

"Waktu itu lakukan pengajuan malam hari sekitar jam sepuluh dan ternyata paginya sudah ditransfer” tambah Rani.

Soal kecepatan menyetujui pinjaman, Kredit Pintar sendiri sedikit mengungkapkan metodenya.

“Kami memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) untuk untuk mengevaluasi calon peminjam berdasarkan data-data sang calon peminjam” ungkap Cecillia Yaohan (Head of Marketing Kredit Pintar).

Kecerdasan buatan itu digunakan untuk mengolah berbagai data dari calon peminjam, seperti KTP, jejak media sosial, transaksi e-commerce, penggunaan on-demand service (seperti Go-Jek dan Grab), sampai sejarah lokasi dan telekomunikasi.

“Berbagai data tersebut digunakan AI untuk mengetahui kondisi dan karakter orang yang sesungguhnya, karena data tersebut memberikan gambaran perilaku seseorang secara keseluruhan di dunia digital” ungkap Cecillia.

“Karena komputer yang melakukan penilaian risiko dan notabene mampu menyelesaikan tugas dengan cepat, keputusan untuk memberikan pinjaman dapat diketahui dalam waktu beberapa menit saja,” tambah Cecillia.

Penggunaan AI untuk mengevaluasi calon peminjam tentu saja tidak sepenuhnya menghilangkan risiko gagal bayar.

Namun sejauh ini metode tersebut diklaim cukup efektif.

“Mayoritas pinjaman yang telah kami salurkan memiliki pembayaran yang lancar” ungkap Boan Sianipar (VP Business Development Kredit Pintar).

Apalagi seiring perjalanan waktu, teknologi AI tersebut terus dikembangkan agar dapat lebih akurat dalam menilai calon peminjam.

“Sehingga kami yakin bahwa persentase kelancaran pembayaran akan terus meningkat, dan meskipun risiko gagal bayar selalu ada, kami percaya bahwa kami dapat melakukan mitigasi risiko dan meminimalisir angkanya,” tambah Boan Sianipar.

Penagihan Tak Menyenangkan

Meski proses penilaian menggunakan cara yang sarat teknologi, toh nyatanya kasus gagal bayar tetap terjadi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved