Pengabdian Masyarakat yang Dilakukan Perguruan Tinggi Harus Meningkatkan IPM

Pengabdian masyarakat itu harus berkesinambungan, melibatkan semua aspek, sehingga nantinya perguruan tinggi yang

Pengabdian Masyarakat yang Dilakukan Perguruan Tinggi Harus Meningkatkan IPM
ist
Dr Ir Hartoyo MSc (paling kanan) berfoto bersama wakil dari peserta workshop Artikel Ilmiah dan Metodologi Penelitian yang merupakan bagian dari rangkaian Program Mobilisasi Dosen Pakar Ahli (PMDPA) yang digelar Ruang Akustik UBB, Jumat (12/10/2018) pagi hingga tengah hari. 

BANGKAPOS.COM -- Dr Ir Hartoyo MSc, dosen pakar ahli dari IPB Bogor, mengemukakan penyelenggaraan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tridharma perguruan tinggi , harus berbasis riset, terstruktur, dan menghasilkan kemanfaatan bagi masyarakat di sekitar perguruan tinggi tersebut.

“Tidak boleh hit and run. Pengabdian masyarakat itu harus berkesinambungan, melibatkan semua aspek, sehingga nantinya perguruan tinggi yang melaksanakannya memiliki sesuatu yang sangat bernilai, yaitu laboratorium sosial,” ujar Hartoyo dalam Workshop Artikel Ilmiah dan Metodologi Penelitian yang digelar LPPM UBB di Ruang Akustik, Jumat (12/10/2018) pagi.

Dalam rilis UBB Pers kepada Bangkapos.com, Minggu (14/10/2018) menyebutkan Workshop Artikel Ilmiah dan Metodologi Penelitian diikuti 40 dosen dari lima fakultas di lingkungan Universitas Bangka Belitung (UBB).

Acara dibuka resmi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBB Dr Fournita Agustina SP MSi, didampingi Dr Endang Bidayani SPi MSi selaku Koordinator Mobilisasi Dosen Pakar Ahli (MDPA) UBB.

Ketua Prodi S1 Bisnis Sekolah Bisnis IPB ini mencontohkan praktik pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang rutin digelar perguruan tinggi manapun, harus ada aspek kesinambungannya.

Bila awal KKN dimulai dengan KKN PPM (Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat), berikutnya KKN PPM Mandiri, kemudian menggelar KKN PPM Kemitraan.

“Prinsip dasar dari semua kegiatan pengabdian masyarakat itu adalah menghasilkan manfaat bagi masyarakat di lokasi KKN. Misalkan UBB menggelar kegiatan pengabdian di wilayah lokasi UBB berada saat ini, yakni di Kabupaten Bangka, bagaimana dapat meningkatkan IPM atau Indeks Pembangunan Manusia di sana,” ujar Hartoyo.

Menurut Editor and Chief Agro Kreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat IPB ini, pelaksanaan pengabdian masyarakat harus dalam konteks terstuktur, ilmiah dan terintegrasi, dengan tema atau topik beragam, seperti ‘Pembangunan Masyarakat Berbasis Wisata’, ‘Peran Masyarakat dalam Produk Halal’ dan sebagainya.

Diakuinya, dalam konteks syarat untuk kenaikan pangkat dosen, khusus bobot pengabdian itu relatif kecil ketimbang pendidikan dan penelitian.

Meski begitu pengabdian masyarakat sangat penting bagi institusi perguruan tinggi karena menjadi bagian dari poin pemeringkatan perguruan tinggi bersangkutan.

Halaman
123
Penulis: Herru W
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved