Ketika Jenderal Loyalis Jokowi Ambil Alih Saham Perusahaan Sandiaga Uno
Perbedaan pilihan politik tak menghalangi Sandiaga Uno dan Luhut Binsar Panjaitan tetap melakukan transaksi bisnis.
BANGKAPOS.COM - Calon Wapres Sandiaga Uno dan purnawirawan Jenderal Luhut Binsar Panjaitan berbeda pilihan politik.
Sandiaga adalah calon 02 Prabowo Subianto. Sementara Jenderal Luhut Binsar Panjaitan salah satu loyalis Presiden Jokowi.
Tapi itu tak menghalangi Sandiaga Uno dan Luhut Binsar Panjaitan tetap melakukan transaksi bisnis.
Perusahan milik Sandiaga Uno, Cawapres nomor urut 02, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Batu Hitam Perkasa, Kamis (12/12/2018) lalu
Pembeli saham tersebut adalah PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) dan PT Toba Bara Energi.
Perusahaan ini adalah milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, yang merupakan pendukung Presiden Jokowi.
Baca: Fakta-fakta Tewasnya Wanita di Apartemen Kebagusan, Luka Sekujur Tubuh Hingga Kekasih Dobrak Pintu
Sebagai informasi Batu Hitam Perkasa merupakan pemegang 5% saham di PT Paiton Energy yang mengoperasikan dua unit pembangkit listrik komersial bertenaga batubara dengan kapasitas 615 megawatt (MW) di Probolinggo, Jawa Timur.
Perusahaan ini juga mengoperasikan satu unit pembangkit bertenaga batubara berkapasitas 815 MW dengan teknologi boiler bersistem supercritical.
Selain itu Batu Hitam Perkasa merupakan pemegang 5% saham di Minejesa Capital BV, perusahaan penerbitan obligasi global untuk kepentingan Paiton Energy.
“Saratoga Investama Sedaya telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di Batu Hitam Perkasa sebesar 16,7% dengan nilai total setara US$ 9 juta,” kata Head of Legal and Corporate Secretarial Division Saratoga Investama melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu.
Ia mengklaim bahwa perusahaan milik pengusaha dan cawapres Sandiaga Uno ini melepas kepemilikan saham di Batu Hitam Perkasa dalam rangka menyelesaikan siklus investasi perusahaan.
Namun, ia tidak memberikan keterangan detail terkait siklus investasi tersebut.
Lalu bagaimana langkah selanjutnya dari Toba Bara Sejahtera dan Toba Energy setelah resmi mengambil alih saham Batu Hitam Perkasa dari Saratoga Investama Sedaya?
Baca: Ribuan HP Xiaomi Rp 7,3 Miliar Diselundupkan dari Malaysia ke Bengkayang Kalbar
Direktur Toba Bara Sejahtera Pandu Patria Sjahrir menyebut, pihaknya akan mengubah fokus perusahaan dari perusahaan pertambangan batubara menjadi perusahaan energi yang terintegrasi atau integrated energy corporation.
Namun, ia belum mau memberikan keterangan lebih lanjut mengenai rencana tersebut, termasuk mengenai berapa belanja modal atau capital expenditure (capex) yang akan dianggarkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/luhut-pandjaitan-dan-sandiaga-uno.jpg)