Senin, 18 Mei 2026

Advertorial

Desa Beruas Pelopor Tanaman Sorgum di Bangka Belitung

Desa Beruas Kecamatan Kelapa sebagai desa pertama di Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Bangka Belitung yang membudidayakan tanaman pangan Sorgum

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Bangka Pos
Hasil panen Sorgum Desa Beruas Kecamatan Kelapa 

BANGKAPOS.COM -- Desa Beruas Kecamatan Kelapa bisa dikatakan sebagai desa pertama di Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Bangka Belitung yang mengembangkan dan membudidayakan tanaman pangan Sorgum yang merupakan satu diantara jenis tanaman Serealia. 

Sejak tahun 2016 lalu melalui peran aktif Kepala Desa Beruas, Pariyandi mengenalkan dan menanam tanaman Serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan kepada para pelaku pertanian yang ada di desanya maupun desa-desa lain yang ada di sekitarnya.

Bukan tanpa alasan dia melihat potensi yang ada pada jenis tanaman pangan satu ini. Selain karakteristik kondisi dan kontur tanah yang ada di desanya sangat cocok untuk mengembangkan jenis tanaman pangan ini. Potensi nilai ekonomi yang dihasilkan juga luar biasa.

Sorgum tanaman pangan ini terdengar tidak familiar disini namun beberapa daerah di Pulau Jawa maupun Indonesia Bagian Timur sudah sangat akrab dan telah dikembangkan oleh petani-petani di sana sejak bertahun-tahun yang lalu.

Desa Beruas mengambil inisiasi menjadi desa pertama di Bangka Belitung yang mulai dan benar-benar serius menjadikan tanaman pangan ini menjadi andalan desa dan sebagai desa pelopor yang mengembangkan dan membudidayakan tanaman pangan Sorgum ini.

Terbukti dengan sudah beberapa kali mereka melakukan panen di desanya dan mendorong desa lain untuk ikut serta jejak mereka.

“Saya mulai tertarik melakukan ujicoba penanaman Sorgum ini awalnya hanya sebatas percobaan dan itu semua dikarenakan beberapa kali audiensi dengan Bapak Dedi Hartadi bersama timnya dari LP3KPKN yang memang sudah lama meneliti Sorgum ini.

Setelah diyakinkan oleh beliau akan progres dan prospek tanaman pangan ini akhirnya saya menaruh ketertarikan akan sorgum ini.

"Selain pemerintah desa, LP3KPKN, ada juga dari BAZNAS yang membantu merealisasikan berjalannya penanaman Sorgum ini. Taruna Tani Desa Beruas yang bernama Taruna Tani Gunung Galang yang Pemdes Beruas berdayakan untuk menanam tanaman pangan Sorgum ini,” katanya.

Lebih lanjut Pariyandi mengatakan Sorgum yang dikembangkan di desanya adalah tanaman Sorgum berjenis Numbu. Sorgum jenis ini dikatakannya dapat berproduksi pada lahan marjinal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama/penyakit, dan salah satu sifat khas dari Sorgum adalah daya tahan terhadap kekeringan dan toleran terhadap genangan air.

Namun sayangnya komoditas pangan satu ini nyaris tidak banyak pihak yang mau mengembangkannya, masih adanya rasa pesimis terhadap potensi Sorgum ini sendiri adalah penyebab utama.

Selain tidak adanya keseriusan dari pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dan mengembangkan komoditas pangan alternatif selain padi dan jagung padahal Sorgum merupakan komoditas alternatif untuk pangan, pakan, energi dan industri.

Produk-produk turunan seperti gula, sirup, bioetanol, kerajinan tangan, pati, biomas dan lain-lain merupakan beberapa produk yang dapat dihasilkan dari Sorgum.

Selain pangan, biji Sorgum memiliki kandungan tepung dan pati yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri pakan dan pangan seperti industri gula, monosodium glutamat (MSG), asam amino, dan industri minuman.

Produk lain yang dapat dikembangkan dari keseluruhan bagian tanaman sorgum adalah biomasa. Batang, daun, akar, merupakan bagian yang potensial untuk dikembangkan sebagai biomasa.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved