Advertorial
Desa Beruas Pelopor Tanaman Sorgum di Bangka Belitung
Desa Beruas Kecamatan Kelapa sebagai desa pertama di Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Bangka Belitung yang membudidayakan tanaman pangan Sorgum
Nira Sorgum merupakan produk yang memiliki keunggulan bahkan apabila dibandingkan dengan nira tebu. Padahal, tebu merupakan tanaman dengan perawatan yang cukup tinggi atau lebih manja dibandingkan Sorgum. Nira Sorgum dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula dan bioetanol. Hampir seluruh bagian dari tanaman Sorgum seperti biji, tangkai biji, daun, batang dan akar dapat dimanfaatkan.
“Potensi hasil setiap kali panen Sorgum maksimal tiga kali dalam satu kali periode tanam dan setelah panen pertama hasil yang didapatkan pada panen kedua dan ketiga bisa melebihi dari hasil panen pertama tadi. 4 ton gabah sorgum pada 3 bulan pertama, setelah 2 bulan selanjutnya 8 ton, dan 2 bulan kemudiannya lagi hasilnya 8 ton didapat. Sehingga prospek Sorgum ini sendiri sangat besar dampaknya untuk membantu perekonomian warga dan tentu saja menambah PAD desa. Karena melalui Pemerintah Desa Beruas sudah dicanangkan akan menjadi lini usaha dari Program BUMDes yaitu pola pertanian terpadu, pertanian, peternakan, perikanan, dan teknologi tepat guna,” jelasnya.
Dilanjutkannya, sudah ada sekitar 8 Hektare (Ha) dari target 20 Ha yang sudah ditanam Sorgum.
“Saya ingin orang di luar sana mengenal Desa Beruas Kelapa ini dan tahu di sini ada tanaman pangan jenis Sorgum yang tumbuh dan dikembangkan besar-besaran karena masih banyak lahan tidur di desa ini yang belum ditanami Sorgum,” tandasnya.
Beberapa penelitian menyebutkan kandungan protein pada biji Sorgum sangat tinggi. Dibandingkan sumber pangan lain seperti beras, singkong dan jagung, Sorgum mempunyai kadar protein yang paling tinggi. Sorgum memiliki keunggulan mineral seperti Ca, Fe, P dan kandungan vitamin B1 dibandingkan dengan beras. Ini sangat cocok bagi ibu-ibu hamil atau orang yang dalam proses penyembuhan tulang dan batang Sorgum setelah diambil ekstraknya bisa menjadi kompos juga.
Selain Sorgum, Pemerintah Desa Beruas juga sudah menunjukkan progres menjanjikan lain melalui tanaman serai wangi yang juga dikembangkan secara besar-besaran.
Serai wangi ini akan dikelola juga oleh BUMDes dengan dibantu oleh peran PKK dan Kelompok Tanam Tani Desa Beruas.
Pemerintah Desa Beruas pada tahun ini sudah memprogramkan membeli mesin suling berkapasitas 2 ton, yang bertujuan menyuling serai wangi tersebut untuk diambil sari patinya yaitu minyak Atsiri.
Selain mengambil saripati, limbah serai wangi pun masih juga bisa diolah kembali sebagai tambahan untuk dibuat menjadi pupuk kompos.
“Sehingga tidak ada dari pengembangan dan pengolahan kedua tanaman ini baik Sorgum maupun Serai wangi yang akan terbuang percuma karena semuanya masih bisa di daur ulang lagi menjadi berbagai macam produk dengan nilai ekonomi yang tinggi,” tambahnya.
Berdayakan Pemuda dan PKK Demi Kemajuan Desa
Memberdayakan para pemuda desa maupun mengaktifkan peran dari PKK adalah langkah strategis untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan desa.
Para pemuda dengan semangat dan tenaganya serta PKK dengan pendekatan serta orisinalitasnya menjadikan dua kekuatan tambahan untuk turut serta mensukseskan program-program desa dengan peran masing-masing.
“Pemerintah Desa Beruas melihat peluang pengembangan sektor pertanian yang sedang berjalan ini tidak akan maksimal bila hanya dilakukan oleh segelintir orang saja. Maka dari itu peran dari para pemuda maupun PKK kami ikut sertakan. Banyak hasil produksi dari lini usaha BUMDes seperti sektor pertanian yang bernilai ekonomi tinggi baik Sorgum dan Serai wangi. Seluruh warga sangat penting keberadaannya apalagi dalam upaya kami mewujudkan Desa Beruas ini menuju Desa Maju. Siapapun kami ajak asalkan ada komitmen yang kuat, saya yakin potensi-potensi yang ada di desa ini bisa dimaksimalkan dengan baik,” ujar Kepala Desa Beruas, Pariyandi.
Sebagai kepala desa, ia juga membuka pintu untuk desa-desa lain untuk menduplikasi program pembudidayaan Sorgum ini agar di Kabupaten Bangka barat bukan hanya Desa Beruas saja tapi juga bisa dikembangkan di desa-desa lain.
Selain itu mereka juga sangat mengharapkan gerak cepat dan tanggap dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk memfasilitasi keperluan dan operasional mereka. Seperti belum adanya perhatian dinas terkait untuk mengeluarkan PIRT untuk menunjang kreasi PKK Desa Beruas dalam mengolah biji Sorgum menjadi camilan sehat untuk pemasaran lebih luas lagi sebagai unit usaha lain dari BUMDes yaitu Boga PKK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/hasil-panen-sorgum-desa-beruas-kecamatan-kelapa.jpg)