Protes Ustadz Abdul Somad: Tolong Jangan Kacaukan Kajian Saya, Jangan Seret Kemana-mana!

Ustadz Abdul Somad Prostes: Tolong Jangan Kacaukan Kajian Saya, Jangan Seret Kemana-mana!

facebook.com/UstadzAbdulSomad
Ustaz Abdul Somad dalam balutan pakaian Gayo, di Lapangan Meusara Alun, Takengon, Aceh Tengah, Jumat (9/11/2018). 

"Banyak orang sekarang bawa-bawa politik ke Salat. Saya mau meluruskan. Saya mau meluruskan ini. Jangan dipotong videonya nanti," kata Ustadz Abdul Somad.

"Jangan dikacaukan kajian saya. Tolong jangan dikacaukan kajian saya. Saya bukan orang politik, saya bukan orang partai, saya bukan orang ormas. Saya murni hanya dai saja," tegasnya.

Ustadz Abdul Somad meminta dirinya jangan diseret-seret kemana-mana. "Janji?," kata Ustadz Abdul Somad ke jemaah.

Ustadz Abdul Somad kembali menjelaskan soal anak yang lahir dalam keadaan Islam. Dimana dia bersyahadat?

Tak Ada di TV, Benarkah Rocky Gerung Kini Dukung Jokowi? Lihat Kejadian Tak Disangka di Sela ILC ini

"Bersyahadatnya bukan di waiting room itu mas. Bersyahadatnya bukan dalam kandungan. Bersyahadatnya dimana?," ungkap Ustadz Abdul Somad.

"Sebelum ada kuku, sebelum ada bulu, sebelum ada kulit,  sebelum ada daging," katanya.

Berikut videonya:

USTAZ Abdul Somad atau biasa disapa UAS bercerita panjang tentang pemimpin negeri yang fasih ketika menjadi imam salat.

Pemimpin jadi imam salat maghrib itu, kata Ustaz Abdul Somad atau UAS, adalah contoh pemimpin yang baik.

Selain mampu menjadi seorang umaro (pemimpin pemerintahan), kata Ustaz Abdul Somad, pemimpin tersebut juga seorang ulama (berilmu agama).

"Beliau menjadi imam shalat. Shalat yang berbunyi, shalat maghrib. Bacaannya fasih. Dia Umara' yang ulama," tulis Abdul Somad di akun instagramnya, kemarin.

Abdul Somad mengatakan, pemimpin seperti itu ternyata juga tidak sombong dan rendah hati. Dia mau menelepon dirinya usai memberikan ceramah di satu tempat.

Kedok Maell Lee Preman Terkuat di Bumi Ngaku Pernah Bunuh Orang Terbongkar saat Polisi ini Datang

Kalau memberi sambutan, kata UAS, pemimpin tersebut selalu merangkul, tidak memukul, mengajak semua membangun Kampar, baik yang memilih beliau maupun tidak.

"Mengajak tanpa mengejek. Menyinggung, tapi orang tersanjung," ujar Abdul Somad ketika menceritakan sosok umaro yang ulama.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved