Senin, 13 April 2026

Otomotif

Tips Otomotif - Beda Koil Motor Injeksi dan Karburator, Jangan Sampai Salah Pasang Ya

Maraknya motor injeksi yang beredar sekarang, memicu produsen part racing ikut mengembangkan koil racing.

Editor: fitriadi
Motor Plus
koil 

BANGKAPOS.COM- Maraknya motor injeksi yang beredar sekarang, memicu produsen part racing ikut mengembangkan koil racing.

Pastinya, buat mendongkrak stabilnya api yang mercik dari busi.

Tetapi, jangan sembarang pilih koil buat pacuan kesayaangan.

Terutama buat  pacuan yang aplikasi sistem bahan bakar injeksi.

Karena terdapat perbedaan yang signifikan antara koil buat motor injeksi dan motor karburator.

"Perbedaan paling menonjol terletak di tahanan.

Kalau di koil untuk motor karburator, biasanya tahanannya berkisar di bawah 1,5 ohm.

Tapi, kalau untuk motor injeksi, tahanannya bermain sekitar 2 ohm,” sebut Freddy A. Gautama dari Ultraspeed Racing.

Perbedaan besarnya tahanan ini, terkait dengan cara kerja yang berbeda dari part pengantar percikan api ke busi itu.

Kalau di koil tipe karbu, output yang keluar dari CDI dilipatgandakan lagi oleh koil.

Misalnya, dari output yang keluar sekitar 200 volt, maka oleh koil ilipatgandakan jadi 20.000 volt.

"Sedikit berbeda dengan koil tipe injeksi. Selain dari koil, proses untuk membuat percikan api lebih besar juga tergantung dari voltase aki.

Hal ini juga dikontrol oleh ECU (Electronic Control Unit).

Jadi, ECU hanya memberikan signal ke koil kapan harus meletik atau tidak berdasar input yang diterima dari  sensor.

koil
endro
koil

Jadi, besarnya api bukan tergantung dari CDI seperti di motor karbu,” tambah Freddy.

Begitunya menurut Endro Sutarno, biasanya tegangan puncak yang dikeluarkan koil tipe CDI lebih kecil ketimbang koil injeksi.

Sumber: Motor Plus
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved