Kisah Polwan Saat Menyamar dalam Tugas, Harus Mau Pakai Rok Mini Hingga Lakukan Ini

Kisah Polwan Bekerja di Tempat Esek-esek, Harus Siap Jika Pelanggan Minta Dilayani

Kisah Polwan Saat Menyamar dalam Tugas, Harus Mau Pakai Rok Mini Hingga Lakukan Ini
(TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA)
Kisah Polwan Bekerja di Tempat Esek-esek, Harus Siap Jika Pelanggan Minta Dilayani 

Saya juga minta Mira memakai topi. Kaus, hotpant serta topi itu milik anak saya.

"Kalau saya yang berdandan seperti anak muda kan lucu. saya pakai daster saja," ungkap Rochana sambil tertawa.

5. Bergerak tanpa senjata

Rampung berdandan, kedua polwan tanpa berbekal senjata api (senpi) ini bergegas menuju warung kopi Kuro-Kuro. Motor matik diparkir di depan lokasi.

Mereka kemudian masuk ke dalam untuk mengawali aksi penyamaran.

Keduanya mengaku sebagai sesama kerabat dengan status janda yang membutuhkan pekerjaan.

Rochana dan Mira kemudian bergantian memelas dan merayu seorang wanita PSK yang ada di dalam warung kopi. Sampai akhirnya Woro Wiranti (34), wanita pemilik bisnis prostitusi itu keluar dari kamar menemui keduanya.

Sosok Pria Misterius di IG Ayu Ting Ting yang Jadi Sorotan Terungkap, Umi Kalsum Beri Petunjuk ini

6. Kaget saat ketemu bos wanita PSK

Rochana dan Mira masuk warung kopi itu sehabis magrib dan sepi.

Setelah bertemu dengan seorang wanita berpakaian seksi, dan mengutarakan niat sebelumnya, wanita PSK itu pun memanggil bosnya.

"Saya kaget bukan kepalang begitu bosnya keluar. Ternyata ia biduan dangdut yang sering ketemu di panggung saat saya berjaga mengamankan. Kami pernah saling menyapa dan bertatap muka. Saat itu saya hanya berdoa semoga penyamaran lancar. Alhamdulillah ia tak mengenali saya," kata Rochana yang masuk Secaba Polwan tahun 1987 itu.

7. Langsung diterima bekerja

Setelah mengobrol selama beberapa jam sembari menikmati secangkir kopi, bos warung kopi Kuro-Kuro selaku mucikari akhirnya memberikan kode lampu hijau.

AKP Rochana dan Bripda Mira pun diterima bekerja dengan syarat harus senantiasa berpenampilan aduhai yang mengundang syahwat lelaki.

6 Tips Aman Gunakan WhatsApp, Bisa Digunakan untuk Mengontrol Keamanan dan Privasi Akunmu

Mereka berdua diharuskan berangkat bekerja mulai pagi pukul 09.00 WIB.

"Besok langsung kerja aja layani tamu berkaraoke. Jika tamu minta esek-esek layani saja. Ada satu room karaoke dan dua kamar. Oh iya kamu jangan pakai daster lagi. Kalau siang banyak bos-bos berkumpul di sini. Ada bos ketela, bos ikan, dan bos tepung. Kalau habis magrib sudah sepi," kata Rochana menirukan ucapan bos PSK itu.

8. Tarif sesuai usia dan fisik

Polwan Adelia Eka Nirwana menjadi pembicaraan di media sosial. Foto saat Adelia mengenakan seragam SMP (istimewa)
Polwan Adelia Eka Nirwana menjadi pembicaraan di media sosial. Foto saat Adelia mengenakan seragam SMP (istimewa)

Warung kopi Kuro-Kuro tersebut sudah beroperasi 4 bulan. Untuk sekali berkencan dengan PSK tarifnya mulai Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu, tinggal menyesuaikan usia dan fisik.

"Meski sudah berumur saya diperbolehkan bekerja dengan tarif Rp 50 ribu sekali kencan. Katanya saya khusus untuk brondong, karena brondong itu tak berduit. Kalau Mira tarifnya Rp 350 ribu, dengan alasan karena muda dan bodinya masih bagus. Itu bosnya yang bilang," kisah Rochana.

Deretan Perubahan Wajah Mantan Kekasih Reino Barack, Luna Maya, Ternyata Sudah Cantik dari Lahir

9. Dikira orang gila

Setelah sepakat dengan bos PSK, Rochana dan Mira langsung pulang ke Mapolsek Wedarijaksa.

Penyamaran mereka rupanya berjalan mulus.

Petugas piket Mapolsek Wedarijaksa saat itu bahkan sempat tak mengenali Rochana.

Anggotanya yang berjaga malam itu sempat mengusir Rochana yang hendak masuk ke kantor lantaran dikira orang gila yang berkeliaran.

"Hai kamu jangan masuk! Pergi atau kusiram kamu!" kata Rochana menirukan hardikan anak buahnya kala itu.

"Enak saja mau nyiram, saya ini Kapolsek kamu," ujar Rochana.

Kata Rochana, saat itu juga anggotanya kaget dan tak percaya. Mereka pun tertawa semua sendiri.

Geng Jalanan Terkenal di Selandia Baru Temui Keluarga Korban Sehari Serangan Teror Brenton Tarrant

10. Lakukan penggerebekan

Polwan Yolanda Simanjuntak (instagram @yolandasimanjuntak)
Polwan Yolanda Simanjuntak (instagram @yolandasimanjuntak)

Keesokan harinya, yakni sekitar pukul 15.30 WIB, Rochana bersama tim gabungan dari Polsek Wedarijaksa menggerebek warung kopi Kuro-Kuro.

Dalam penggerebkan, polisi mengamankan 3 PSK, 4 pria hidung belang, dan satu pasangan mesum yang terkunci rapat di kamar.

Selain itu turut mengamankan seorang mucikari atau pemilik warung kopi Kuro-Kuro atas nama biduan Woro Wiranti (34).

"Mana Brondongnya, katanya saya mau dikasih brondong?" tanya Rochana pada mucikari dan si pemilik warung kopi itu. Pemilik warung kopi langsung kaget dan meminta maaf.

"Saat ini proses hukum sedang berlangsung dan akan dilimpahkan ke kejaksaan. Penyelidikan tak ditemukan pekerja gadis di bawah umur," imbuh Rochana.

Mereka yang diamankan dijerat Pasal 296 KUHPidana karena mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman pidana 1 tahun 4 bulan penjara.

Ashanty Tak Ragu Tinggalkan Anang jika 2 Hal Ini Terjadi pada Suaminya, Tegas Sebut Pasti Pisah

Dua Polwan Polres Garut Nyamar di Bali

Sebelumnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Garut membongkar aksi Human Trafficking di kawasan Sanur Denpasar Selatan.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pihaknya menugaskan dua anggotanya dari polwan untuk melakukan penyamaran sebagai WTS.

Begitu dipastikan ada praktik perdagangan orang dan prostitusi, petugas langsung masuk melakukan penyergapan. "Jadi enggak lama menyamarnya, paling 1 jam lebih," kata Budi.

Pemilik Bungalow 505 di kawasan lokalisasi diamankan. Penggrebekan dilakukan sesuai laporan orangtua yang anaknya dijadikan budak seks pria hidung belang.

Dua Polwan cantik dari Satreskrim Polres Garut menyamar sebagai pekerja seks komersial ( PSK) di salah satu tempat hiburan di Bali.

Adalah Brigadir Popy Puspasari dan Bripda Fitria Oktavia yang kemudian berhasil mengungkap jaringan sindikat perdagangan orang untuk dipekerjakan menjadi PSK itu.

Mereka berani masuk tempat hiburan tersebut dengan menyamar menjadi PSK.

Detik-detik Video Ustaz Abdul Somad Mohon Dimaafkan, Minta Doakan Ibunya Hingga Pamit Usai Tausiah

Dua penyidik di unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut tersebut menggunakan nama samaran Dewi untuk Brigadir Popy dan Bella untuk Bripda Fitria.

Berkat keduanya, praktik prostitusi dan perdagangan orang di tempat hiburan tersebut terungkap.

"Awalnya masuk ke sana diwawancara dulu sama karyawan di sana," kata Popy saat ditemui di Mapolres Garut, Jawa Barat, Minggu (18/3/2018).

Selama proses wawancara, Popi ditanya mengenai kesiapannya menjadi PSK di tempat hiburan tersebut.

"Setelah diwawancara dan saya menyatakan siap, kemudian disuruh istirahat di kamar," katanya.

Dia mengaku tidak terlalu lama berada di dalam tempat hiburan tersebut.

Setelah itu, dia langsung menghubungi tim Satreskrim Polres Garut pimpinan Kasatreskrim AKP Aulia Djabar yang telah berada di dekat tempat hiburan tersebut.

"Jadi enggak lama, enggak sampai disuruh melayani tamu,"ujar Popy.

Terbaru, Ini Besaran Gaji Pokok Jenderal Polri Mulai Rp3.290.500, Jenderal Bintang Empat Rp5.930.800

Ia mengaku sempat ketakutan ketika akan menyamar menjadi PSK.

Namun, karena ada tim Satreskrim Polres Garut yang mendampingi, dirinya merasa lebih tenang.

Sebelumnya, ada informasi yang masuk ke Polres Garut yakni ada dua perempuan yang ditawari bekerja di Bali.

Awalnya kerjaan itu hanya sebagai pegawai kafe atau bar. Ternyata, pekerjaan yang dilakukan oleh si perempuan ini setelah di Bali, tidak sesuai dengan tawaran dari penyalurnya.

Pendek kata, malah bekerja di Bungalow 505 yaitu tempat prostitusi. Si perempuan yang jadi korban perdagangan atau human trafficking ini sudah meminta pulang. Tapi ditahan-tahan oleh si pemilik.

Korban meminta pulang karena tidak sesuai dengna pekerjaannya. Tapi tak kunjung diberi pulang, akhirnya melapor ke orangtuanya.

Orangtuanya kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Garut. Tak lama, si mucikari atau penyalur perempuan dijadikan bisnis Pekerja seks komersial (PSK) itu ditangkap oleh petugas Polres Garut.

Setelah itu mucikarinya ditangkap setelah berkoordinasi dengan anggota dari Polres Denpasar.

"Bahwa dalam praktik pengungkapan itu memang Polres Garut menggunakan dua orang Polwan sebagai pancingannya. Seorang pemilik Bungalow bernama Imam dan anak buahnya ditangkap," ujar Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo.

Dulu Hanya Sopir Biasa, Lihat Penampakkan Rumah Crazy Rich Tanjung Priok ini, Mewah Banget

Sejarah kelahiran polwan

Menelusuri sejarah kelahiran polisi wanita (polwan) di Indonesia, sangat menarik.

Melansir wikipedia dalam Tempo September 2013, kelahiran polwan Indonesia tak jauh berbeda dengan proses kelahiran polisi wanita di negara lain, yang bertugas dalam penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik korban maupun pelaku kejahatan.

Di Indonesia, polwan lahir pada 1 September 1948.

Ini berawal dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tatkala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II.

Remaja Pria Usia 17 Tahun ini Kepruk Senator Australia Pakai Telur, Aksi Egg Boy Jadi Trending

Saat itu terjadi pengungsian besar-besaran pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan.

Untuk mencegah terjadinya penyusupan, para pengungsi harus diperiksa oleh polisi, namun para pengungsi wanita tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh polisi pria.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi untuk membuka "Pendidikan Inspektur Polisi" bagi kaum wanita.

Setelah melalui seleksi terpilihlah 6 (enam) orang gadis remaja yang kesemuanya berdarah Minangkabau dan juga berasal dari Ranah Minang. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kisah Polwan Bekerja di Tempat Esek-esek, Harus Siap Jika Pelanggan Minta Dilayani

Kelewat Ambisius, SBY Akhirnya Bongkar Sosok yang Ingin Jadi Presiden di Bukunya ini

Lama Tak Terdengar, Ini Potret Kemesraan Ahok BTP dan Puput Nastiti Saat Terciduk Lagi di Sydney

Tanggapan Sujiwo Tejo & Sindirian Jenderal Soal Mahar Syahrini Rp 40 M dari Reino, Sugih Tanpo Bondo

Ivan Posting Tulisan Peringatkan Hal Ini Usai Syahrini dan Reino Menikah, Nikita Mirzani Dibungkam?

Tulisan Ustadz Abdul Somad soal Jasa Besar Imam Ramahurmuzy ini Bikin Heboh, Ustaz Nyindirnya Cerdas

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved