Sejarah dan Arti Sebenarnya Cheng Beng di Tiongkok, Ratusan Warga Tionghoa Ziarah Kubur

Sejarah dan Arti Sebenarnya Cheng Beng di Tiongkok, Ratusan Warga Tionghoa Ziarah Kubur

Sejarah dan Arti Sebenarnya Cheng Beng di Tiongkok, Ratusan Warga Tionghoa Ziarah Kubur
Bangkapos/Deddy Marjaya
Warga keturunan Tionghoa melakukan ritual sembahyang kubur (cheng beng) di pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (4/4/2018) 

Hari Festival ini dijadikan hari libur umum di Tiongkok, begitu juga di Hong Kong, Macau dan Taiwan.

Di Korea, Qīngmíng dikenal dengan sebutan Hansik.

Menurut artikel china.org.cn, setelah festival, suhu akan naik dan curah hujan meningkat. Ini adalah waktu yang tepat untuk membajak dan menabur musim semi.

Tapi Festival Qingming atau Ceng Beng/ Cheng Beng bukan hanya titik musiman untuk memandu pekerjaan pertanian, itu lebih merupakan festival peringatan.

Festival Qingming atau Ceng Beng/ Cheng Beng menyaksikan kombinasi kesedihan dan kebahagiaan.

Ini adalah hari pengorbanan yang paling penting.

Baik suku Han dan kelompok etnis minoritas pada saat ini menawarkan pengorbanan kepada leluhur mereka dan menyapu makam orang yang meninggal.

Juga, mereka tidak akan memasak pada hari ini dan hanya makanan dingin yang disajikan.

 Festival Hanshi (Makanan Dingin) biasanya satu hari sebelum Festival Qingming atau Ceng Beng/ Cheng Beng.

Karena nenek moyang sering memperpanjang hari ke Qingming, mereka kemudian digabungkan.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved