Rabu, 22 April 2026

Berita Viral

Bule-bule Jadi Tukang Cuci Motor Gratis, Ternyata Ini Alasannya

Beberapa orang wisatawan asing alias bule terpantau sedang mencuci motor gratis di Semarang, Jawa Tengah.

Saiful Masum / Tribun Jateng
Bule cuci motor di Semarang 

BANGKAPOS.COM - Beberapa orang wisatawan asing alias bule terpantau sedang mencuci motor gratis di Semarang, Jawa Tengah.

Terdiri dari enam orang dengan lima di antaranya berasal dari negara lain berikan pelayanan kepada warga Semarang cuci motor gratis, Jumat (5/4/2019).

Cuci motor gratis tersebut diadakan di halaman Gereja Yesus Kristus Jalan Ahmad Yani No. 130 Semarang.

Seperti biasa, semula mereka mempergunakan spanduk polos diberi tulisan 'cuci motor gratis' yang ditunjukkan kepada para pengguna jalan.

Dua orang perempuan ditambah empat orang laki-laki satu di antaranya dari Indonesia mulai mengajak para pengguna jalan sejak pukul 11:00 WIB.

Sister WU seorang Pembina Rohani dari Hongkong mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya semata-mata sebagai bentuk kegiatan sosial untuk memberikan sedikit manfaat kepada masyarakat sekitar.

Menurutnya, dia dan juga teman-temannya dari Amerika, Filipina, dan Indonesia mengaku senang manakala masyarakat antusias untuk mencucikan sepeda motornya.

"Kami sih biasa adakan ini dengan waktu yang tak pasti. Seringnya dua minggu sekali kadang Jumat kadang Sabtu setiap pukul 11:00 hingga 13:00," ucap Sister WU dengan bahasa Indonesia campur Jawa.

Lanjut Sister WU, dalam kurun waktu dua jam yang telah ditentukan, mereka mampu mencuci hingga 30 motor.

Peralatan yang mereka gunakan pun terbilang seadanya seperti selang air, ember, busa, hingga sabun pewangi.

Tidak hanya itu, perkumpulan enam orang sebagai pembina rohani gereja di Semarang tersebut juga mengadakan beberapa kegiatan sosial lain.

Seperti, free english class setiap Rabu dan Kamis malam pukul 19:00 sampai selesai, pun bersedia dimintai tolong untuk membantu pekerjaan rumah warga Semarang jika dibutuhkan.

"Ya kayak ngecat rumah, bersihin taman dan apapun lah siap melayani orang Indonesia" ujar Sister WU.

Salah seorang bule lain, Penatua asal Amerika menambahkan, merasakan kenyamanan tinggal di Indonesia khususnya Semarang.

Meski baru delapan bulan makan dan tidur di Indonesia, ia mengaku betah dengan semua yang ada di Indonesia dan siap berpindah-pindah kota.

"Khusus di Semarang selama saya tinggal di Indonesia, orangnya ramah-ramah. Makanan juga enak-enak paling saya suka nasi goreng babat. Babatnya itu mantab, tapi saya gak suka pecel dan gak pernah makan," tambah laki-laki asal Amerika tersebut.

Sumber: Motor Plus
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved