Biografi
Sheila Scott, Pilot Pertama yang Mencapai Kutub Utara dan Pernah Lintasi Langit Indonesia
Dalam dunia penerbangan, selama ini banyak dikenal perempuan penerbang seperti Amelia Earhart. Namun ada satu nama yang hampir terlupakan Sheila Scott
Myth Too diproduksi oleh Piper Aircraft Corporation pada 1966. Bermesin tunggal, pesawat ini dapat membawa tiga penumpang.
Pesawat ini memiliki panjang 7,7 meter dengan lebar 10,9 meter. Berat kosongnya mencapai 783,8 kg dan berat kotor maksimum 1.406 kg.
Berangkat dari London, Sheila menuju Roma, Athena, Delhi, Singapura, Bali, Sumbawa, Darwin, Sydney, Auckland, Honolulu, New York, Lisbon, dan berbagai tempat lainnya, kemudian kembali ke London.
Atas prestasinya, Sheila dianugerahi Medali Perak dari Guild of Pilotrs, Penghargaan Brabazon of Tara pada 1965, 1966, dan 1967.
Dia juga mempeeroleh Britannia Trophy dari Royal Aero Club di Inggris pada 1966 dan Harmon International Trophu pada 1966.
Sementara itu, Italia, memberinya gela Isabella d'Este.

Rekor demi rekor dia pecahkan, seperti penerbangan London ke Cape Town pada 1967, melintasi Atlantik Utara pada tahun yang sama.
Kemudian, dia terbang melintasi Atlantik Selatan pada 1969. Sheila juga menaklukkan Kutub Utara pada 1971 dengan melewati khatulistiwa demi khatulistiwa.
Dia menjadi perempuan pertama yang menerbangkan pesawat mengelilingi dunia melalui Kutub Utara dengan pesawat ringan.
Setelah terbang di atas kutub, sia melakukan penerbangan melintasi dunia ketiga, menghasilkan rekor kelas dunia ke-100, termasuk waktu baru dari Darwin, Australia, ke London dalam 1,5 hari.
Pada tahun 1967, dia mencetak 23 rekor dunia hanya dalam satu tahun.
Scott diangkat menjadi Officer of the Order of the British Empire pada 1968, dan menerima Medali Emas Royal Aero Club (pada 1972.
Kegagalan mendapat SIM
Pada 1974, Sheila mempunyai waktu luang untuk menulis otobiografinya berjudul Barefoot In The Sky.
Dia menulis tentang kesendiriannya di Artik, yang menffambarkan pelarian dirinya di atas lautan es yang sunyi sepi.