Selasa, 14 April 2026

Awas, Suka Buka Puasa Pake Minuman Dingin Bisa Bikin Masalah Kesehatan Ini

Berbuka puasa dengan minuman yang dingin tentu memang nyegerin, apalagi setelah menjalani hari yang melelahkan.

Editor: Iwan Satriawan
Istock
ilustrasi air dingin 

BANGKAPOS.COM - Berbuka puasa dengan minuman yang dingin tentu memang nyegerin, apalagi setelah menjalani hari yang melelahkan.

Namun, kalian mungkin pernah mendengar saran yang mengatakan bahwa lebih berbuka dengan nggak langsung meminum minuman yang dingin.

Nah, sebenarnya apa sih efek yang ditimbulkan ketika minum air dingin untuk buka puasa?

Meski memang bikin seger, ternyata minum air dingin saat buka puasa bisa menimbulkan efek samping yang mengganggu kesehatan. Mulai dari gangguan pencernaan hingga sakit tenggorokan bisa terjadi.

1. Gangguan pencernaan

Pada saat meminum air dingin dalam keadaan perut kosong, lambung akan berkontraksi karena menerima cairan yang suhunya jauh berbeda dari suhu tubuh.

Nah, hal tersebut bisa membuat perut mules seperti ingin ke kamar mandi. Oleh karena itu, lebih baik hindari air dingin supaya buka puasa lebih nyaman.

2. Mudah terserang penyakit

Salah satu efek dari minum air dingin ketika buka puasa adalah memproduksi lendir berlebih pada tubuh. Kelebihan lendir ini ternyata mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

3 Sakit tenggorokan

Minum air dingin bisa menyebabkan sakit tenggorokan memang bukanlah kabar yang mengejutkan. Jika sering melakukan kebiasaan ini, lapisan pelindung saluran pernapasan akan menumpuk, sehingga rentan terhadap infeksi tenggorokan.

4. Nggak menyerap nutrisi untuk tubuh

Pada saat mengonsumsi air dingin, tubuh akan bekerja keras untuk menyeimbangkan suhunya. Nah, karena energinya terlalu banyak dipakai untuk keseimbangan suhu, tenaga yang seharusnya digunakan untuk menyerap nutrisi pun berkurang.

5. Sakit kepala

Sama seperti saat memakan es krim, reaksi tubuh saat menerima air dingin juga dikatakan sebagai brain freeze. Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan saraf tulang belakang.

Sumber: Hai
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved