Mumi Paling Tua Ternyata Berasal dari Chile, Ini Penjelasannya
Bedanya lagi, masyarakat Mesir adalah peradaban kompleks yang memumikan raja mereka, Firaun.
BANGKAPOS.COM – Mumi paling tua di dunia bukan berasal dari Mesir.
Dilansir dari CNN Travel, mumifikasi ternyata telah dilakukan oleh masyarakat Chincorro yang tinggal di teluk pantai Gurun Atacama sekitar 7.000 SM.
Lokasi itu sekarang ada di Negara Chile.
Mumifikasi adalah perubahan yang terjadi pada mayat karena penguapan cairan jaringan sehingga proses pembusukan oleh bakteri yang terdapat dalam saluran pernapasan dan pencernaan terlambat yang menyebabkan tubuh menjadi kering dan susut, kulit berwarna kehitam-hitaman, keras, dan kaku.
Masyarakat Chincorro telah mengembangkan teknik mumifikasi sekitar 5.000 SM, kurang lebih 2.000 tahun lebih awal sebelum masyarakat Mesir Kuno.
Bedanya lagi, masyarakat Mesir adalah peradaban kompleks yang memumikan raja mereka, Firaun.
Sementara masayrakat Chinchorro adalah para pemburu dan pegumpul pra-keramik dengan tujuan mumifikasi untuk menghormati orang mati.
Ditemukan di dekat pantai
Mumi di Chile pertama kali ditemukan sekitar satu abad lalu oleh seorang arkeolog Jerman, Max Uhle.
Lokasi penemuan adalah di dekat pantai Arica yang kini bernama Chinchorro.
Mumi Chinchorro banyak ditemukan di bukit dengan ketinggian sekitar 139 meter, El Morro.
Tiga puluh dua mumi dan peninggalan lain berupa artefak kini telah disimpan di museum small Museo de Sitio Colon 10.
Kota modern Arica memang berada di permakaman masyarakat Chinchorro.
Namun mumi Chincorro tertua ditemukan sekitar 112 kilometer sebelah selatan di Caleta Camarones, pantai yang tidak berubah selama 7.000 tahun.
Ada beberapa teknik mumifikasi yang dilakukan oleh masyarakat Chinchorro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-mumi_20180620_004535.jpg)