Inspirator Pariwisata

Dambus Bukan Gambus, Inilah Alasan Mengapa Dambus Bangka Punya Ciri Khas Kepala Rusa

Dambus Bukan Gambus, Inilah Alasan Mengapa Dambus Bangka Punya Ciri Khas Kepala Rusa

Dambus Bukan Gambus, Inilah Alasan Mengapa Dambus Bangka Punya Ciri Khas Kepala Rusa
Bangka Pos / Edwardi
Berbagai alat musik dambus buatan Mulkan 

KAMIS (23/5/2019) sore, dua jam jelang bedug magrib, Kusnadi masih berada di workshop sederhana di belakang rumahnya, di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Saat itu ia sedang memoles sebuah dambus setengah jadi pesanan orang.

Nama Kus cukup tersohor di kalangan seniman dambus Bangka. Tak hanya sebagai pembuat gambus dan dambus, Kus juga mahir memainkan alat tersebut. Ia pernah memecahkan rekor muri memainkan musik dambus terlama.

Kini aktvitas Kus lebih banyak di workshop miliknya. Dari tempat itu, puluhan dambus dan gambus dibuat dan disebar ke seluruh negeri.

Ia berkisah sudah sejak 2010 menekuni pembuatan alat dambus dan gambus. Bakat yang memang jadi warisan dari moyangnya. “Dulu saya tukang kusen, pada tahun 2010 saya menekuni membuat alat musik ini. Memang sudah punya bakat buat dambus,” kata Kus.

Kusnadi, pengrajin dambus Bangka
Kusnadi, pengrajin dambus Bangka (Bangka Pos/ Teddy Malaka)

Tak hanya untuk membuat dambus untuk dimainkan, ia juga membuat dambus sebagai aksesoris. Karyanya diakui, bahkan pemusik asal Maroko memesan alat musik buatanya.

Kus mengatakan bagian penting dalam membuat dambus dan gambus adalah saat memilih kayu yang tepat. Kayu yang menjadi pilihannya adalah kayu kerupuk, kayu luday, melor dan plaik.

Itupun tak asal pilih. “Misalnya pohon plaik, saya pilih yang sedang berpucuk muda, karena lembut mengolahnya, suaranya pun lebih nyaring,” ungkap Kus.

Dari satu pohon, Kus dapat membuat sekitar 20 dambus. Satu dambus bisa ia selesaikan dalam kurun waktu 3-7 hari. “Sekarang ini banyak yang pesan,” kata Kus.

Ia mengatakan yang tersulit membuat Dambus adalah membuat bagian kepalanya. Dambus Bangka mempunyai ciri khas berbentuk kepala Rusa.

“Bagian rusa itu yang susah. Karena kita harus menyesuaikan bentuknya, harus ideal, kalau terlalu berat, tidak seimbang, maka akan sulit memainkannya,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved