Rabu, 20 Mei 2026

Inspirator Pariwisata

Dambus Bukan Gambus, Inilah Alasan Mengapa Dambus Bangka Punya Ciri Khas Kepala Rusa

Dambus Bukan Gambus, Inilah Alasan Mengapa Dambus Bangka Punya Ciri Khas Kepala Rusa

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Bangka Pos / Edwardi
Berbagai alat musik dambus buatan Mulkan 

KAMIS (23/5/2019) sore, dua jam jelang bedug magrib, Kusnadi masih berada di workshop sederhana di belakang rumahnya, di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Saat itu ia sedang memoles sebuah dambus setengah jadi pesanan orang.

Nama Kus cukup tersohor di kalangan seniman dambus Bangka. Tak hanya sebagai pembuat gambus dan dambus, Kus juga mahir memainkan alat tersebut. Ia pernah memecahkan rekor muri memainkan musik dambus terlama.

Kini aktvitas Kus lebih banyak di workshop miliknya. Dari tempat itu, puluhan dambus dan gambus dibuat dan disebar ke seluruh negeri.

Ia berkisah sudah sejak 2010 menekuni pembuatan alat dambus dan gambus. Bakat yang memang jadi warisan dari moyangnya. “Dulu saya tukang kusen, pada tahun 2010 saya menekuni membuat alat musik ini. Memang sudah punya bakat buat dambus,” kata Kus.

Kusnadi, pengrajin dambus Bangka
Kusnadi, pengrajin dambus Bangka (Bangka Pos/ Teddy Malaka)

Tak hanya untuk membuat dambus untuk dimainkan, ia juga membuat dambus sebagai aksesoris. Karyanya diakui, bahkan pemusik asal Maroko memesan alat musik buatanya.

Kus mengatakan bagian penting dalam membuat dambus dan gambus adalah saat memilih kayu yang tepat. Kayu yang menjadi pilihannya adalah kayu kerupuk, kayu luday, melor dan plaik.

Itupun tak asal pilih. “Misalnya pohon plaik, saya pilih yang sedang berpucuk muda, karena lembut mengolahnya, suaranya pun lebih nyaring,” ungkap Kus.

Dari satu pohon, Kus dapat membuat sekitar 20 dambus. Satu dambus bisa ia selesaikan dalam kurun waktu 3-7 hari. “Sekarang ini banyak yang pesan,” kata Kus.

Ia mengatakan yang tersulit membuat Dambus adalah membuat bagian kepalanya. Dambus Bangka mempunyai ciri khas berbentuk kepala Rusa.

“Bagian rusa itu yang susah. Karena kita harus menyesuaikan bentuknya, harus ideal, kalau terlalu berat, tidak seimbang, maka akan sulit memainkannya,” katanya.

Cak Mid, pemusik dambus asal Kenanga Bangka mengungkapkan alasan mengapa dambus Bangka berkepala Rusa. Semua itu ternyata punya makna tersendiri.

“Mengapa dambus Bangka pakai Kepala rusa? itu semua ada filosofinya. Dulu Rusa adalah rajanya bintang di Bangka. Tidak ada binatang buas, hanya rusa yang jadi komandan sehingga menjadi simbol,” kata Cak Mid.

Selain kepala rusa, Cak Mid mengatakan dambus Bangka menggunakan tali nilon karena karakter bunyinya yang memiliki ciri khas. 

Dambus bukan Gambus

Kepada bangkapos.com, sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian mengatakan berdasarkan buku Franz F, catatan kunjungan ke Bangka tahun 1935, rumah kamar depan milik orang Bangka terdapat alat musik petik senar. Saat itu belum dinamakan Dambus, tetapi alat musik petik senar.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved