VIDEO: Usaha Kemplang dan Ampiang Ratna Mulai Maju Sejak Dibantu Modal CSR PT Timah

Pelaku usaha UMKM, Ratna, warga Gang Satam IV Jalan Soekarno Hatta Kota Pangkalpinang yang merupakan mitra binaan PT Timah Tbk mengaku sudah memulai

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Pelaku usaha UMKM, Ratna, warga Gang Satam IV Jalan Soekarno Hatta Kota Pangkalpinang yang merupakan mitra binaan PT Timah Tbk mengaku sudah memulai usaha sejak tahun 2005 dengan membuat kemplang goreng siap makan dan kemplang kering untuk digoreng ataupun dioven.

Kemudian sekitar tahun 2014 mengembangkan usaha dengan membuat ampiang, sehingga saat ini Ratna baru memproduksi dua jenis produk, yakni Kemplang Ratna dan Ampiang Ratna.

"Alhamdulillah sejak kami mulai membuat Ampiang saat kelahiran anak kedua kami pada tahun 2014 lalu sampai saat ini produk kami semakin laris dan banyak dicari konsumen," kata Ratna saat ditemui Bangkapos.com, Selasa (09/07/2019) di rumahnya.

Diungkapkan Ratna, awal dikenalkan menjadi mitra PT Timah Tbk oleh Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Pangkalpinang juga pada tahun 2014.

"Saat itu kami ada bantuan untuk pembuatan perizinan PIRT yang dilaksanakan Disperindagkop dan UMKM Kota Pangkalpinang memberitahukan ada program CSR untuk membantu meminjamkan modal usaha, kemudian saya coba mengajukan pinjaman dan Alhamdulillah dikabulkan, sejak itu saya mulai membuat Ampiang dan ternyata membuahkan hasil dan membantu ekonomi keluarga kami," ungkap Ratna yang mengaku sudah 4 tahun menjadi mitra binaan PT Timah dan sudah 3 kali mendapatkan pinjaman modal termasuk tahun 2019 ini.

Diakuinya, dengan mendapatkan bantuan pinjaman modal dari PT Timah ini bisa membeli peralatan produksi, alat untuk mengemas produk, membuat sumur bor dan juga bisa merenovasi rumah.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Timah Tbk atas bantuan pinjamannya, semoga PT Timah semakin jaya. Pinjaman dari PT Timah ini mudah dan tidak bertele-tele serta sangat ringan dalam pengembaliannya, kita diberikan jangka waktu 3 bulan kemudian mulai dibayarkan kreditnya," tukas Ratna yang mengaku setiap bulan bisa memproduksi 50 kg Kemplang dan 50 kg Ampiang.

Ditambahkannya, untuk pemasaran Kemplang dan Ampiang ini selain menjual sendiri di rumah, di Pasar Pagi Pangkalpinang, juga bekerja sama dengan toko oleh-oleh di Pangkalpinang, dititipkan dengan sesama pelaku UMKM lainnya.

"Alhamdulillah sejak beberapa bulan lalu kita juga mendapatkan pesanan dari toko oleh-oleh dari Palembang yang kebetulan milik orang asal Pangkalpinang, satu minggu sekali kita kirimkan ke Palembang," ungkapnya. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: tidakada022
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved