Warga di Desa Ini Heboh, Ribuan Ikan di Aliran Sungai Bangka Mati Misterius, Ada yang Curiga Hal Ini
Beberapa waktu lalu, warga di sekitar Sungai Jeruk heboh karena ribuan ikan mendadak mati.
Penulis: Alza Munzi | Editor: Alza Munzi
Abong (48) dan kawan-kawan kecewa.
Ia hanya bisa 'menelan pil pahit'.
Niat mereka memancing ikan di seputaran aliran anak sungai perbatasan Desa Nibung dan Desa Labu Kecamatan Puding Besar (Pubes) Bangka, pupus seketika.
Mereka pun akhirnya memilih pulang ke rumah di Sungailiat.
Sementara itu jumlah ikan yang mati tak sedikit.
Dipastikan sebagian besar populasi penghuni seisi sungai, musnah, termasuk udang.
Hanya beberapa di antaranya yang bertahan hidup. "Akhirnya kami mancing hanya dapat ikan ukuran kecil, ikan tempuring ukuran kelingking di Sungai Tanah Bawah," keluhnya.
Reaksi camat
Camat Puding Besar, Ismir R tak menyangkal ketika dikonfirmasi terkait kabar matinya ikan dan udang di beberapa sungai di wilayah kerjanya.
Kabar tak sedap itu kata Ismir mulai terdengar sejak beberapa hari lalu, saat warga menemukan banyak ikan mati mengapung di beberapa aliran anak sungai di kecamatan ini.
"Mulai kejadian sekitar jam tujuh pagi, Hari Sabtu lalu. Awalnya masyarakat melihat banyak ikan-ikan mabuk di daerah Sungai Beladung (Anak Sungai Jeruk), hingga perbatasan Desa Labu (Pubes), Desa Kemuja (Mendobarat) dan Desa Zed (Mendobarat)," kata Ismir.
Tak hanya di permukaan air sungai, namun ikan mati berserakan hingga ke daratan tepi sungai.
Kondisi itu berimbas pada warga lokal, karena Ikan merupakan sumber protein keluarga.
"Imbas yang terkena, Desa Zed, Puding, Labu, Nibung dan desa-desa di seputaran Sungai Jeruk," katanya.
Penyebab misterius