Warga di Desa Ini Heboh, Ribuan Ikan di Aliran Sungai Bangka Mati Misterius, Ada yang Curiga Hal Ini

Beberapa waktu lalu, warga di sekitar Sungai Jeruk heboh karena ribuan ikan mendadak mati.

Penulis: Alza Munzi | Editor: Alza Munzi
Ist/ Ismir R
Tampak warga menemukan ikan mati di permukaan air sungai dan daratan tepi sungai, beberapa desa di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka. 

Saat ditanya apa penyebab kematian ikan dan udang di beberapa aliran anak sungai ini?

Ismir tak dapat memberikan jawaban pasti. Apalagi tak ada bukti otentik yang bisa memastikan penyebabnya.

Penyebab kematian populasi hewan air itu akan diketahui jika sudah dilakukan penyelidikan uji kadar air oleh pihak berwenang.

"Belum diketahui (penyebab kematian ikan dan udang). Tapi beredar desas-desus di masyarakat menyebutkan bahwa sungai di racun (oleh orang tak dikenal, OTD). Cuma, jenis (racun) dan siapa pelakunya belum diketahui. Yang pasti, ketika musim kemarau, air sungai pasti akan surut dan pH (kadar keasaman) air pasti naik (bisa juga menyebabkan ikan mati)," katanya. 

DLH ambil sampel air

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Bangka, Insyira Subagia mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel air sungai sebanyak satu jeriken ukuran lima liter.

Pengambilan sampel tersebut dilakukan karena adanya laporan terkait pencemaran Aliran Sungai Payak Benua ke Desa Labu yang menemukan banyak ikan mati.

"Ada laporan dari pihak kecamatan kepada kepala dinas kami, kami dari Lingkungan Hidup langsung menindaklanjuti dengan pergi ke lokasi yang terkena dampak pencemaran tersebut," ungkap Insyira.

Tetapi dalam hal ini, mereka juga belum bisa menyimpulkan apa penyebab tercemarnya air sungai, selain itu menurut Insyira, tidak semua aliran tercemar ada beberapa titik aliran sungai saja yang terdapat banyak ikan mati.

"Dalam hal ini setelah kami cek memang ada, kami melihat cukup banyak ikan mati, kami lihat hanya setumpuk titik itu banyak mati, kami tidak tahu penyebabnya, karena tidak bisa langsung menuduh siapa, apa itu masyarakat atau perusahaan," ungkapnya.

Namun ia, menambahkan pihaknya telah mengirimkan sampel tersebut Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung, agar dalam waktu 15 hari kedepan muncul hasilnya dan bisa disimpulkan penyebabnya.

"Kami akan menyampaikan hasilnya setelah tes dari laboratorium keluar, sesuaikan dengan PP 82 tentang mutu sungai kelas dua, jadi setelah hasil lab keluar baru tahu penyebab pencemaran karena aliran limbah dari perusahaan atau dari masyarakat mencari ikan dengan menggunakan racun disana, sehingga ada zat kimia, nanti kita tunggu hasilnya," tegasnya.

Ia menambahkan bila sudah keluar hasilnya nanti, barulah mereka akan melakukan evaluasi serta upaya seperti bila itu disebabkan masyarakat makan akan diserahkan ke pihak kecamatan sementara bila akibat limbah perusahaan maka dinas sendiri yang akan melakukan teguran.

"Bila hasilnya selesai dan kita tahu penyebabnya, bila dari masyarakat kami serahkan ke pihak kecamatan untuk menindaklanjuti seperti apa, namun bila itu dari limbah perusahaan kita akan tegur dan menindaklanjuti pencemaran tersebut," ungkapnya. 

(bangkapos.com/riki pratama/fery laskary)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved