Ternyata Ini Asal Usul Nama Indonesia dari Catatan Bung Hatta Sampai Peran STOVIA
Indonesia punya sejarah panjang, tak begitu saja diterima, melewati banyak peristiwa melibatkan banyak pemuda, sampai diproklamasikan sebagai negara
NAMA Indonesia, dari mana asalnya? Ada banyak versi dan sempat simpang siur. Lalu, apa pula kaitannya STOVIA yang adalah sekolah calon dokter dengan asal-usul Indonesia?
Adalah Mohammad Hatta yang jauh-jauh hari telah "merekap" asal-usul nama Indonesia di tengah sejumlah pro-kontra penggunaannya. .
Salah satu proklamator ini ketika bersekolah di Belanda, menulis artikel di media De Socialist edisi Nomor 10 terbitan 3 Desember 1928. Judul aslinya, Over de naam Indonesie.
Penerbit Kompas memunculkan kembali artikel yang sama pada 2015, menggunakan judul "Tentang Nama Indonesia".
Tulisan Hatta dalam versi lansiran Penerbit Kompas merupakan satu dari 36 artikel dalam buku Mohammad Hatta: Politik, Kebangsaan, Ekonomi (1927-1977).
Asal-usul nama
Hatta menyusun artikel itu semula sebagai tangkisan terhadap sejumlah kelompok yang tak menyukai penggunaan nama Indonesia untuk cikal bakal negara ini. Ingat, 1928 adalah tahun yang sama dengan peristiwa Sumpah Pemuda, ikrar yang telah memakai kata Indonesia.
"Hanya mereka yang keberatan terhadap kemerdekaan segera Indonesia mencap (buruk) nama tersebut, yang mengandung gagasan kemerdekaan sebagai 'kata yang mengerikan'," kecam Hatta di bagian menjelang akhir tulisan tersebut.
Dalam artikel tersebut, Hatta dengan runut dan renyah bertutur soal sejarah nama Indonesia.
Pertama, Hatta mengoreksi kredit yang sempat dilekatkan kepada orang Jerman bernama Adolf Bastian soal asal-usul penamaan Indonesia.
Bastian, Guru Besar Etnologi di Universitas Berlin kelahiran 1826 dan meninggal pada 1905 memang punya andil besar mengenalkan nama Indonesia.
Tepatnya, sejak dia menggunakan nama itu bagi penyebutan wilayah di Kepulauan Nusantara dalam artikel berjudul Indonesien order die Inseln des malayischen Archipels pada 1884.
Sejak itu, tulis Hatta, kata Indonesia jadi lazim dipakai dalam ilmu pengetahuan, terutama dalam ilmu bangsa-bangsa dan ilmu bahasa.
Namun, lanjut Hatta, penelitian Kreemer yang kemudian ditulis dalam Kolonialiaal Weekblad terbitan 3 Februari 1927, menyebutkan asal-usul nama Indonesia sudah lebih tua daripada itu.

Menurut Kreemer, nama Indonesia sudah dipakai ilmuwan Inggris bernama JR Logan pada 1850. Penamaan itu bisa ditemukan dalam artikel Logan berjudul The Ethnology of the India Archipelago dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pengibaran-sang-saka-merah-putih_20180816_084911.jpg)