Berita Pangkalpinang

Tekan Potensi Pneumonia Pada Anak, Bangka Belitung Targetkan Sebanyak-banyaknya Sasaran Vaksin PCV

Vaksin PCV ini diperlukan untuk mencegah pneumonia atau paru-paru basah yang kerap membahayakan, khususnya bagi anak-anak usia 0-12 bulan.

Tekan Potensi Pneumonia Pada Anak, Bangka Belitung Targetkan Sebanyak-banyaknya Sasaran Vaksin PCV
bangkapos.com/Dedi Qurniawan
Foto bersama kegiatan Pertemuan Orientasi Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus bagi Petugas Kesehatan dan Lintas Sektor Program Terkait di Hotel Novotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Selasa (10/9/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan sebanyak-banyaknya capaian sasaran vaksin Pneumokokus (PCV). Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Bangka Belitung Mulyono Susanto saat mendampingi Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah membuka kegiatan Pertemuan Orientasi Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus bagi Petugas Kesehatan dan Lintas Sektor Program Terkait di Hotel Novotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Selasa (10/9/2019).

Vaksin PCV ini diperlukan untuk mencegah pneumonia atau biasa disebut paru-paru basah yang kerap membahayakan, khususnya bagi anak-anak usia 0-12 bulan.

"Kami targetkan sasarannya sebanyak mungkin. Kami targetkan 90 persen dari sasaran yang ada sehingga bisa menjadi kekebalan menyeluruh," ucap Mulyono di Hotel Novotel.

Dia mengatakan, data nasional menyebutkan, sekitar 4,2 persen dari jumlah anak-anak di Indoenesia terjangkit pnemuonia. Hal ini dinilai juga perlu menjadi perhatian Babel.

"Pneumonia ini penyebab kematian bayi dan balita yang tinggi. Jadi vaksin ini sangat penting,"ucap Mulyono

Pada 2018, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, dan Kota Pangkalpinang telah melaksanakan orientasi program dan pelaksanaan vaksin PCV ini. Lalu, pada tahun ini program vaksinasi akan menyasar Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur.

Mulyono mengatakan, Babel berterima kasih karena menjadi satu dari sejumlah provinsi yang menjadi model pelaksanaan vaksin PCV sehingga seluruh anak-anak, yang berusia 0-12 bulan di Babel akan mendapatkan vaksin ini. Akses terhadap vaksin ini dapat diperoleh melalui pelayanan di Posyandu-posyandu ataupun Puskesmas secara gratus.

"Kami berharap seluruh masyarakat bisa mendukung program ini," katanya.

Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah mengatakan, penggunaan vaksin PCV dimaksudkan untuk menekan potensi penyakit Pneumonia ataupun radang paru-paru pada anak-anak dan remaja di Babel. Vaksin ini juga telah mendapatkan sertifikat dari BPOM dan sertifikat halal dari LPPOM MUI.

Menurut dia, pemerintah perlu menginisiasi pemberian vaksin ini. Pasalnya di luar program pemerintah, vaksin ini dikenakan biaya yang dinilai Fatah cukup tinggi yakni sekitar Rp 800 ribu per sekali vaksin.

"Sedangkan vaksin ini harus diberikan mininal tiga kali vaksin. Dikalikan saja, itu sekitar Rp 2,4 juta. Makanya masyarakat yang memiliki bayi 0-12 bulan harus dibantu pemerintah," katanya.

(bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved