Berita Sungailiat

Saat Diantar Polisi ke IGD Burhani Sudah Tak Bernyawa

Jenazah Burhani (28), Warga KD Muntok Desa Pugul Kecamatan Riausilip Bangka, masih terbaring di ruang mayat

Saat Diantar Polisi ke IGD Burhani Sudah Tak Bernyawa
Bangkapos.com/Fery Laskari
Suasana saat istri dan keluarga Burhani, dikawal Tim Buser Polres Bangkabdan KasatbIntekkan Polres Bangka AKP David Charli mendatangi kamar mayat RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka, Jumat (4/10/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jenazah Burhani (28), Warga KD Muntok Desa Pugul Kecamatan Riausilip Bangka, masih terbaring di ruang mayat. Jasat pria, tersangka pelaku pencurian pemberatan (Curat) ini dibawa Tim Buser Polres Bangka ke rumah sakit setempat, pagi tadi, Jumat (4/10/2019).

Direktur RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka, dr Jasminar diwakili Humas RSUD, Zulfikar kepada sejumlah awak media, Jumat (4/10/2019) menjelaskan seputar kedatangan jenazah korban.

"Pasien atas nama Burhani, umur 28 tahun, Warga KD Muntok ini dibawa ke IGD (instalasi gawat darurat) RSUD pagi tadi oleh pihak kepolisian," kata Zulfikar.

Saat tiba di IGD rumah sakit, kondisi pasien sudah tidak lagi bernyawa. Kemudian setelah selesai diperiksa tim medis, jenazahnya disimpan di kotak pendingin di ruang mayat rumah sakit setempat.

Kondisi jenazah dijaga oleh petugas rumah sakit dan juga beberapa anggota kepolisian. Mengenai meninggalnya Buharni, Zulfikar tak menjelaskan secara rinci. Ia menyarankan agar terkait kasus yang menimpa pasien ditanyakan langsung pada pihak kepolisian.

Sementara itu pantauan Bangka Pos, Jumat (4/10/3019), tampak beberapa orang anggota keluarga dan istri Burhani dikawal polisi masuk ke ruang mayat tersebut. Namun tak ada penjelasan apapun dari pihak keluarga karena mereka langsung digiring polisi meninggalkan ruang mayat, setelah diperkenankan sejenak melihat kondisi jenazah.

-------

Beredar kabar tak sedap seorang tersangka pelaku pencurian mati dianiaya dan ditembak oleh oknum polisi. Namun kabar ini dibantah langsung oleh Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono saat jumpa pers pada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Jumat (4/10/3019).

Didampingi Wakapolres Bangka Kompol S Sophian, Jumat (4/10/2019), Kapolres menegaskan, tersangka pelaku yang meninggal karena sakit saat pengembangan kasus sedang dilakukan polisi.

"Jadi bukan karena mati ditembak atau dianiaya, melainkan karena sakit,"  tegas kapolres.

Suasana jenazah Burhani (28) di ruang mayat RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka, Jumat (4/10/2019) 

Kapolres mengaku, bakal menghadirkan dokter atau tim medis pada jumpa pers pada waktu yang ditentukan nanti. Pihak kedokteran didampingi polisi rencananya bakal merinci penyebab meninggalnya tersangka pelaku atas nama Burhani (28), Warga KD Mentok Pugul Kecamatan Riausilip Bangka.

"Tersangka yang meninggal dunia ini merupakan warga Kecamatan Riausilip, residivis pencurian pemberatan (Curat). Ada enam orang yang diamankan, satu di antaranya, yang meninggal karena sakit ini," jelas kapolres membantah isu yang menyebutkan, pelaku bernama Burhani (28), Warga KD Mentok Pugul Riausilip itu mati karena dianiaya dan ditembak polisi.

(Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved