Selasa, 14 April 2026

Dari Rival Jadi Menteri, Media Asing Soroti Prabowo yang Jabat Menteri Jokowi

Mantan rival Presiden Joko Widodo (Jokowi) Prabowo Subianto resmi dilantik jadi menteri pada Rabu (23/10/2019).

Editor: fitriadi
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Prabowo Subianto tiba sebelum acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). 

BANGKAPOS.COM - Mantan rival Presiden Joko Widodo (Jokowi) Prabowo Subianto resmi dilantik jadi menteri pada Rabu (23/10/2019).

Diketahui, selama 10 tahun, Prabowo selalu bersaing dengan Jokowi di pemilihan presiden.

Namun pada Senin (21/10/2019), Prabowo datang ke Istana Negara guna memenuhi panggilan Jokowi untuk masuk di Kabinet Indonesia Maju.

Prabowo ditunjuk sebagai menteri pertahanan menggantikan Ryamizard Ryacudu.
Selain masuk jadi menteri Jokowi, partai besutan Prabowo, Gerindra juga merapat ke koalisi Jokowi.

Padahal Gerindra dinilai jadi oposisi yang paling keras mengritisi pemerintahan Jokowi.

Polemik soal merapatnya Partai Gerindra dan Prabowo pun turut menjadi pemberitaan media asing.

Seperti laman Reuters.com, yang menuliskan judul "Indonesia cabinet includes president's rival, startup founder (Kabinet Indonesia Berisi Rival Presiden, Termasuk Pendiri Start-up)".

Berita tersebut diunggah pada Rabu (23/10/2019) pukul 15.00 WIB.

"Dalam pemilihan kabinet yang dikritik oleh para aktivis, Jokowi menunjuk saingan utamanya, Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan," tulis Reuters.

Seusai Dilantik Jadi Menteri Pertahanan, Prabowo Angkat Bicara Dikelilingi Pengawal

Reuters menuliskan Prabowo banyak menjadi sorotan karena kerap dikaitkan dengan kasus HAM.

"Dengan masuknya Partai Gerindra dan Prabowo, dukungan pemerintah di parlemen meningkat menjadi 74 persen," tambah Reuters.

Sementara The Sydney Morning Herald (SMH) menuliskan judul "From enemies to allies in six short months: Jokowi to invite Prabowo into cabinet (Dari musuh jadi sekutu dalam waktu enam bulan yang singkat: Jokowi mengundang Prabowo ke kabinet)".

Tulisan tersebut diunggah oleh James Massola pada Rabu (23/10/2019) pagi.

SMH juga menautkan video bentrokan saat Jokowi terpilih jadi presiden.

"Dalam waktu singkat yakni enam bulan, Jokowi dan Prabowo beralih dari musuh politik yang mematikan jadi sekutu," tulis SMH.

Alasan Adian Napitupulu 4 Kali Tolak Tawaran Jadi Menteri dari Presiden Jokowi

Media Australia tersebut juga menuliskan petikan kalimat saat Prabowo dipilih menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

"Kami telah diminta untuk memerkuat kabinat di sektor pertahanan dan kami siap membantu," kata Prabowo.

Sementara media Straits Times lebih kritis dengan menuliskan "Indonesians angry, disappointed over Jokowi's decision to include Prabowo in new Cabinet (Indonesia marah, kecewa atas keputusan Jokowi untuk memasukkan Prabowo ke kabinet baru)."

Tulisan Straits Times tersebut berdasarkan wawancara relawan PDIP yang mengusung Jokowi di Pilpres 2019.

"Kami memiliki banyak kekhawatiran, bisakah Prabowo membuktikan kesetiaannya pada Jokowi," ujar Relawan PDIP Ahmad pada Straits Times, Rabu (23/10/2019).

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved