Begini Respon Anies dan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok Soal Belanja Lem Aibon Pemprov DKI
"Hanya ada satu kata dalam pencegahan korupsi yakni transparansi," tekan Ahok pada statusnya.
Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM - Buntut dari penganggaran APBD DKI Jakarta soal belanja lem aibon dan pulpen membuat Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama berkomentar. Ia mencuit di akun media sosial twitternya, Kamis (31/10/2019) pukul 11.08 WIB.
Ia menyebutsistem akan berjalan secara baik jika yang menginput data tidak ada niat memark-up angka pada anggaran.
"Hanya ada satu kata dalam pencegahan korupsi yakni transparansi," tekan Ahok pada statusnya.
Namun ada yang menarik dari cuitannya. Terdapat typo atau salah ketik dikata yang terpenting dalam cuitannya.
Ahok mencuit, 'sistem itu berjalan baik jika yang input datanya tidak ada NIAT mark-up apalagi maling. Untuk mencegah korupsi hanya ada satu kata: teansparansi'.
Terdapat typo di kata teansparansi yang harusnya adalah transparansi. Hal ini dikomentari oleh Kunto Aji, 'Yah pake typo pak' diikuti oleh emotikon tertawa. Netizen dengan akun bernama @/Aendrani mencuit, 'ikut trend. "Salah input". Hihihi'.
Dilansir dari kompascom, Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sisi Nurhati mengatakan ada salah ketik terhadap pagu anggaran terkait belanja pulpen dan lem aibon senilai puluhan miliar.
"Salah ketik ini. Kami sedang cek ke semua komponen supaya diperbaiki. Kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," kata Susi saat dihubungi kompas.com, Selasa (29/10/2019).
* Anies Baswedan Soroti E-Budgeting hingga Tanya Apa yang Terjadi Sebenarnya
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegur jajarannya terkait anggaran belanja alat tulis kantor yang diusulkan dalam rancangan KUA-PPAS 2020.
Teguran itu disampaikan Anies saat memberikan arahan dalam pembahasan rancangan KUA-PPAS 2020, sebagaimana didokumentasikan dalam kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Kala itu, Anies menampilkan tabel hasil pemetaannya terhadap pos-pos belanja ATK yang kegendutan.
Hasilnya, bolpoin jadi ATK yang paling banyak memakan anggaran dalam rancangan KUA-PPAS 2020.
"Bolpoin Rp 635 miliar, Bapak dan Ibu sekalian," ujar Anies dengan nada heran.
Ia kemudian mencontohkan bahwa pengadaan inventaris ATK tak perlu seboros itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ahok-dan-anies_20170420_075936.jpg)