Ingat Ical dan Flo di Film Laskar Pelangi? Begini Cantik dan Tampannya Mereka Setelah Dewasa

Namun rupanya setelah lulus kuliah, dirinya mendapat tawaran bekerja di salah satu hotel di Belitung yang akhirnya dipilih dia.

Ingat Ical dan Flo di Film Laskar Pelangi? Begini Cantik dan Tampannya Mereka Setelah Dewasa
Istimewa/Posbelitung
Zulfani dan Marcella el Jolla Kondo 

* Kabar Terbaru Zulfani Pasha Pemeran Ikal 

Selain Marcella El Jolla Kondo, Masih ingat film Laskar Pelangi? Film ini yang membuat dunia pariwisata di Belitung bangkit.

Satu pemainnya yakni Zulfani Pasha, membawa kabar membanggakan.

Ia menjadi bagian di balik layar film terbaru Joko Anwar, yakni Gundala.

Di film itu ia ambil bagian sebagai Asisten Sutradara II, langsung di bawah Joko Anwar.

Awal mula ia bergabung di sana karena ia ditawari temannya sesama kru film saat di film layar lebar A Man Called Ahok, Tommy Dewo.

"Dia bilang, 'mau ngga gabung sama tim Gundala?'. Dia beri skenario dan orang yang terlibat di dalamnya.

Akhirnya saya terima tawarannya," kata Zulfani kepada posbelitung.co, Minggu (29/9/2019).

Selama syuting ia mendapatkan banyak ilmu dari orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti sang sutradara Joko Anwar.

Ilmu ini akan ia gunakan untuk bekal membangun dunia perfilman di Belitung.

"Mas Joko tahu saya sebagai pemeran di Laskar Pelangi. Tahu juga sudah lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jadi mungkin itu pertimbangannya ia setuju saya bergabung jadi timnya di Gundala," kata lelaki kelahiran 7 Juni 1996 ini.

Saat ini, ia bergabung dengan Production House (PH) The United Team of Art yang akan memproduksi film-film bertema urband legend dari 34 provinsi di Indonesia. Ia bergabung dengan PH ini karena sebuah tujuan mulia.

"Saya ingin membawa cerita lokal Belitung bergaung di tingkat nasional, bahkan bisa ke internasional nantinya. Seperti cerita Padang Buang Anak atau Legenda Genting Apit. Banyak potensi cerita dan budaya Belitung yang bisa diangkat dalam bentuk film," tuturnya.

Dunia perfilman baginya tidak asing lagi. Ia berperan sebagai Ikal di Film Laskar Pelangi, berperan sebagai Alif di Negeri 5 Menara, kru di film A Man Called Ahok, dan sering membuat film-film pendek yang bisa ditonton di kanal youtubenya.

Sejak membintangi Laskar Pelangi, ia mencurahkan hidupnya di bidang ini. Ia mengambil kuliah jurusan Perfilman di IKJ dan lulus pada Desember 2017 lalu. Menurutnya di bidang ini dirinya bisa berkontribusi terhadap pariwisata Belitung. Zulfani ingin mempromosikan Belitung dengan caranya sendiri.

"Rencana sekarang bergabung dengan PH. Kemudian rencana ke depan ingin mempromosikan Belitung lewat film-film yang saya produksi sendiri. Mungkin beberapa tahun yang akan datang bisa terealisasi," jelas lelaki yang mengidolakan Peter Jackson ini.

Zulfani sempat bercerita mengenai tugas akhirnya di Perfilman IKJ berupa film pendek. Saat itu ia ingin mengangkat cerita Belitung yakni Antu Bubu. Ia berusaha mencari dukungan dan sponsor ke pemerintahan di Pulau Belitung, termasuk ke dinas terkait. Namun ia menyayangkan tak mendapat respon yang positif.

"Bahkan tak ada sama sekali respon dari pihak terkait. Saya tidak ingin memojokkan pihak mana pun. Hanya ingin menyampaikan apa adanya saja. Seharusnya didukung juga masyarakat yang ingin berkontribusi memajukan pariwisata dengan caranya sendiri tapi tetap ada pertanggungjawabannya," ucap Zulfani yang akhirnya menyelesaikan tugas akhirnya berupa film pendek memakai dana pribadi dan dibantu teman-temannya.

Menurutnya pariwisata di Belitung saat ini sudah berkembang pesat. Namun, perlu didukung oleh masyarakat untuk mempromosikannya lebih gencar. Seperti orang-orang Belitung di luar Belitung, lanjutnya, yang tengah studi atau bekerja bisa mengenalkan Belitung lebih dalam lagi.

"Banyak loh yang taunya Bangka dan Belitung itu satu. Padahal kan dipisahkan sama laut. Dengan begitu kita juga bisa membantu pemerintah dalam mempromosikan daerah kita," tutur alumnus SMA N 2 Tanjungpandan ini.

Anak kedua dari empat bersaudara ini berharap Belitung bisa seperti Bali, di mana wisatanya diserbu wisatawan mancanegara namun tetap mengedepankan dan melestarikan budaya tradisi lokal.

"Lebih dari itu masyarakat bisa menyaring hal-hal baru yang masuk ke masyarakat Belitung. Tidak semuanya bisa diserap oleh budaya dan tradisi lokal," harapnya.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Zulfani bersama Sutradara Gundala Joko Anwar dan asisten sutradara I, II, dan III.
Zulfani bersama Sutradara Gundala Joko Anwar dan asisten sutradara I, II, dan III. (ist)
Behind the scene saat Zulfani jadi kru film A Man Called Ahok (baju kuning) dan Putrama Tuta sang sutradara (baju biru).
Behind the scene saat Zulfani jadi kru film A Man Called Ahok (baju kuning) dan Putrama Tuta sang sutradara (baju biru). (ist)
Di belakang layar Zulfani sebagai Second Assistant Director bersama Tommy Dewo First Assistant Director di film Gundala.
Di belakang layar Zulfani sebagai Second Assistant Director bersama Tommy Dewo First Assistant Director di film Gundala. (ist)
Zulfani bersama Sutradara Gundala Joko Anwar dan asisten sutradara I,II, dan III.
Zulfani bersama Sutradara Gundala Joko Anwar dan asisten sutradara I,II, dan III. (ist)

(*)

Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved