Breaking News:

CPNS 2019

Daftar Formasi yang Wajib Menyertakan STR dan Serdik Saat Mendaftar, Intip Syarat Lengkap CPNS 2019

Melalui akun Twitter @BKNgoid, BKN menjelaskan jika pelamar jabatan guru yang tidak memiliki serdik (Sertifikat Pendidik) tetap dapat mengikuti selek

Tribunnews Kolase
Penerimaan CPNS 2019 resmi dibuka mulai 11 November 2019. Jangan lupa menyiapkan berbagai dokumen penting untuk pendaftaran 

BKN Umumkan Formasi yang Wajib Pakai STR dan Serdik, Intip Syarat Lengkap Daftar CPNS 2019

BANGKAPOS.COM, CPNS 2019 -- Badan Kepegawian Negara (BKN)  memperjelas peruntukan Sertifikat Pendidik (Serdik) untuk pelamar formasi guru dan STR untuk pelamar formasi tenaga kesehatan. Sejumlah formasi ternyata mewajibkan untuk pelamar memiliki syarat tersebut.

Melalui akun Twitter @BKNgoid, BKN menjelaskan jika pelamar jabatan guru yang tidak memiliki serdik (Sertifikat Pendidik) tetap dapat mengikuti seleksi CPNS.

Namun pelamar guru akan diberikan nilai maksimal SKB, jika

* Memiliki serdik sesuai jabatan guru yang dilamar (linier)

Serdik dikeluarkan oleh Kemendikbud Kemenristekdikti atau Kemenag

* Memenuhi passing grade (PG) SKD dalam batas jumlah 3 kali formasi.

Sementara itu untuk tenaga kesehatan ada sejumlah formasi jabatan yang wajib melampirkan STR yang masih berlaku.

Formasi itu antara lain:

  • Dokter Pendidik Klinis
  • Dokter
  • Dokter gigi
  • Psikologi Klinis
  • Perawat Ahli
  • Perawat Terampil
  • Perawat Gigi Ahli
  • Perawat Gigi Terampil
  • Penata Anastesi
  • Asisten Penata Anestesi
  • Bidan Ahli
  • Bidan Terampil
  • Apoteker
  • Asisten Apoteker
  • Entomolog Kesehatan Ahli
  • Entomolog Kesehatan Terampil
  • Epidemiolog Kesehatan Ahli
  • Epidemiolog Kesehatan Terampil
  • Fisioterapi Ahli
  • Fisioterapi Terampil
  • Nutrisionis Ahli
  • Nutrisionis Terampil
  • Penyuluh Kesehatan Ahli
  • Penyuluh Kesehatan Terampil
  • Perekam Medis Ahli
  • Perekam Medis Terampil
  • Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli
  • Pranata Laboratorium Kesehatan Terampil
  • Radiografer Ahli
  • Radiografer Terampil
  • Refraksionis Optisien
  • Sanatarian Ahli
  • Sanatarian Terampil
  • Teknisi Elektromedis Ahli
  • Teknisi Elektrimedis Terampil
  • Fisikawan Medis Ahli
  • Okupasi Terapis
  • Ortosis Prostetis
  • Pembimbing Kesehatan Kerja
  • Teknisi Gigi
  • Teknisi Transfusi Darah
  • Terapis Wicara

Sementara itu jabatan yang tidak wajib melampirkan STR adalah: Administrator Kesehatan, formasi Entomolog Kesehatan Ahli dari lulusan S-1/D-IV Biologi/Profesi Dokter Hewan, formasi Entomolog Kesehatan Terampil dari lulusan D-III Entomologi/Biologi/Kesehatan Hewan, formasi Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli dari lulusan S-1 Biologi/Kimia/Teknik Kimia, formasi Sanitarian Ahli dari lulusan S-1 Tekni Lingkungan.

* Perserta Pemilik Nilai SKD Terbaik Tes CPNS 2018

Peserta dengan kategori P1/TL diberikan peluang menggunakan nilai terbaik antara nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Tahun 2018 dan nilai SKD Tahun 2019 sebagai dasar untuk dapat mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) selanjutnya. 

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Suharmen saat membuka Rapat Persiapan Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Senin (4/11/2019). 

“Sesuai aturan yang ada, data Peserta P1/TL didasarkan pada basis data hasil SKD Tahun 2018 yang disimpan dalam SSCASN BKN.

Selain itu, Pelamar P1/TL juga wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018 dan dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya,” terangnya.

“Pelamar dari P1/TL memilih jabatan dan jenis formasi yang akan dilamar. Secara sistem, nilai SKD tahun 2018 sah digunakan oleh pelamar apabila:

(b). Kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 harus sama dengan kualifikasi pendidikan yang telah digunakan pada saat pelamaran tahun 2018,” katanya.

“Pengaturan terhadap peserta seleksi yang termasuk kategori P1/TL sebagai berikut:

(2) Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018;

(4) Apabila nilai SKD Tahun 2019 tidak memenuhi nilai ambang batas, maka nilai yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018,” tandasnya. (BKNgoid - Pelamar Kategori P1/TL Diberikan Peluang Gunakan Nilai SKD Tahun 2018 pada Seleksi CPNS Tahun 2019)

* Cara dan Syarat Daftar CPNS 2019

Pemerintah secara resmi membuka pendaftaran seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019. Penerimaan CPNS telah ditandatangani dan diumumkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo pada Senin (28/10/2019). Pendaftaran akan dibuka pada 11 November 2019.

Adapun proses pendaftaran dilakukan secara online (daring) melalui laman sscasn.bkn.go.id.

Pendaftaran calon abdi negara tersebut dibuka untuk 68 kementerian/lembaga serta 462 pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Berkaca dari rekrutmen CPNS tahun lalu, swafoto sambil memengang kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu informasi akun juga menjadi syarat yang harus diunggah saat menyelesaikan pendaftaran online (dalam jaringan).

Kartu informasi akun sebagai bukti seseorang telah melakukan pendaftaran, di mana dapat dicetak setelah pelamar membuat akun SSCN.

Tahun ini pun, ketika akan melakukan pendaftaran ke instansi, pelamar juga wajib mengunggah swafoto memegang KTP dan kartu informasi akun SSCN.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kompas.com kepada Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara, Mohammad Ridwan.

"Sama (seperti tahun lalu). Yang terpenting terlihat muka, KTP, dan kartu informasi akun," kata Ridwan, Sabtu (2/11/2019).

Tahun lalu, swafoto yang diunggah berukuran maksimal 200 kb dengan format .jpeg atau .jpg.

Dilansir dari buku petunjuk teknis pendaftaran CPNS pada portal SSCN tahun lalu, terdapat sejumlah ketentuan foto sebagai berikut:

1. Swafoto (selfie) dengan memegang KTP dan kartu informasi akun dengan posisi melebar atau landscape.

2. Apabila pelamar lupa belum mencetak kartu informasi akun, maka pelamar dapat mencetak ulang dengan mengklik tombol "Cetak Ulang Kartu Informasi Akun".

Sebagai tambahan informasi, pendaftaran online lewat portal SSCASN dimulai pada 11 November 2019 mendatang.

Tahun ini, instansi yang mendapatkan jatah kursi sebanyak 530 instansi, terdiri atas 68 instansi pusat dan 462 instansi daerah.

Jumlah formasinya, yaitu 37.425 formasi di instansi pusat dan 159.257 formasi di instansi daerah. (Kompas.com/Mela Arnani)

* Ada 3.532 Formasi untuk Lulusan SLTA

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) resmi mengumumkan pembukaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui situs resmi Kemenkumham pada Jumat (1/11).

Dilansir dari situs yang dimaksud, pihak kementerian tersebut membuka sebanyak 4.598 formasi yang terdiri atas formasi khusus dan formasi umum. Untuk formasi khusus, yakni cum laude, penyandang disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat.

Menariknya, pembukaan formasi kali ini terdapat 3.532 formasi yang disediakan untuk lulusan SLTA atau lulusan SMA/SMK/MA.

Adapun alokasi formasi 2.875 untuk lulusan SLTA dengan jabatan Penjaga Tahanan, yang disediakan untuk 101 putra/putri Papua dan Papua Barat, dan 2.774 untuk formasi umum.

"Untuk putra Papua sebanyak 71 formasi, putri Papua sebanyak delapan formasi, putra Papua Barat sebanyak 20 formasi, dan putri Papua Barat sebanyak dua formasi," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Kemenkumham Bambang Wiyono saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/11).

Selain itu, Kemenkumham juga menyediakan sebanyak 2.774 formasi umum yang terdiri atas 2.497 pria dan 277 wanita.

Adapun 2.875 formasi itu tersebar di 33 kantor wilayah.

Lulusan SLTA juga dapat mendaftar pada jabatan Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana/Pemula yang disediakan Kemenkumham sebanyak 657 formasi.

"Untuk alokasi formasi terdiri dari 69 formasi khusus Papua dan Papua Barat dan 588 formasi umum," ujar Bambang.

(Download Dokumen dan Rincian Formasi CPNS Kemenkumham 2019 di SINI)

Sementara, penjelasan mengenai kuota pria dan wanita lebih rinci dapat dilihat pada situs https://cpns.kemenkumham.go.id.
Dokumen persyaratan

Sekadar diketahui, dalam pengumuman tersebut, dijelaskan bahwa untuk pelamar dengan kualifikasi lulusan SLTA diminta menyiapkan dokumen persyaratan sebagai berikut:

1. Surat lamaran yang diunduh dari situs https://sscasn.bkn.go.id dan ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI di Jakarta.

2. Surat pernyataan yang diunduh dari situs https:// cpns.kemenkumham.go.id dan diketik menggunakan komputer, bermaterai Rp 6.000.

3. KTP asli atau e-KTP

4. Dokumen berformat PDF, yakni ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) asli, dan transkrip/daftar nilai asli atau Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).

Bagi pelamar lulusan luar negeri, maka dapat menyertakan surat penyetaraan ijazah dan transkrip nilai dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara, bagi pelamar lulusan pesantren dapat menyertakan surat penyetaraan dan transkrip nilai dari Kementerian Agama.

Di sisi lain, untuk pelamar jenis formasi khusus putra/putri Papua dan Papua Barat dengan kualifikasi pendidikan SLTA masih serupa dengan persyaratan formasi umum.

Namun, jenis formasi khusus putra/putri Papua dan Papua Barat ditambahkan dokumen berupa surat keterangan asli dari kelurahan/kepala desa/kepala suku.

Surat keterangan ini bertujuan untuk menerangkan bahwa pelamar asli dari Papua berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak dan/atau ibu) asli dari Papua. (Kompas.com/Retia Kartika Dewi)

Pendaftaran 11-25 November

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah resmi merilis jumlah formasi yang dialokasikan pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019.

Pengumuman nomor SEK.KP.02.01-745 tentang Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Tahun Anggaran 2019 disampaikan melalui situs resmi CPNS Kemenkumham.

Terdapat empat jenis formasi yang akan dibuka, yaitu formasi umum, penyandang disabilitas, putra putri Papua dan Papua Barat, serta lulusan terbaik.

Sementara, tahapan seleksi terdiri atas pendaftaran online di SSCN BKN, seleksi administrasi, verifikasi berkas asli, seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan computer assisted test (CAT), dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Surat bertanda tangan Sekretaris Jenderal selaku Ketua Panitia Seleksi Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto menyebutkan langkah-langkah pendaftaran bagi pelamar yang berminat mandaftar di lingkungan Kemenkumham, sebagai berikut:

1. Daftar online lewat portal SSCASN, sscasn.bkn.go.id, pada 11-25 November 2019 menggunakan NIK e-KTP dan nomor kartu keluarga/NIK kepala keluarga.

2. Saat pendaftaran online, pelamar wajib mengisi NIK pelamar, NIK kepala keluarga/nomor KK, alamat e-mail aktif, membuat password dan membuat jawaban pengaman, mengunggah pasfoto berlatar belakang merah berukuran 4x6 (ukuran foto 120-200 kb dengan tipe file .jpg), dan mencetak kartu informasi akun.

3. Setelah itu, pelamar kembali login ke portal SSCASN menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan, lalu mengunggah foto diri pelamar (swafoto) memegang kartu informasi dan e-KTP/surat keterangan perekaman e-KTP sebagai bukti telah melakukan pendaftaran (ukuran foto 120-200 kb dengan tipe file .jpg).

Setelah proses di atas selesai, pelamar dapat memilih instansi Kementerian Hukum dan HAM, jenis formasi dan jabatan sesuai pendidikan, melengkapi data dan form yang tersedia.

Untuk pendidikan SLTA/sederajat wajib mengunggah dokumen yang disyaratkan. Jika sudah lengkap, pelamar dapat mencetak Kartu Pendaftaran SSCASN 2019.

Selain mengalokasikan kursi dari kualifikasi pendidikan dokter, sarjana/S-1/D-IV/, dan D-III, Kemenkumham juga memberikan kesempatan bagi lulusan SLTA.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat perbedaan jadwal seleksi di antara keduanya. Rinciannya sebagai berikut.

1. Pendaftaran online lewat portal SSCASN: 11-25 November 2019.

2. Pengumuman hasil seleksi administrasi berkas unggah: 12 Desember 2019.

3. Masa sanggah: 13-15 Desember 2019.

4. Jawab sanggah: 13-19 Desember 2019.

5. Verifikasi jenis/tingkat disabilitas dan pemberian kartu ujian (khusus formasi penyandang disabilitas): 15-20 Desember 2019.

6. Cetak nomor ujian secara online: 26-31 Desember 2019.

7. Pengumuman jadwal SKD: Januari 2020.

8. Pelaksanaan SKD CAT: Februari 2020.

9. Pengumuman hasil SKD dan peserta yang mengikuti SKB: Februari 2020.

10. Pengumuman jadwal SKB: Februari 2020.

11. Pelaksanaan SKB (CAT): Maret 2020.

12. SKB Bahasa Inggris (CAT), praktik komputer (khusus pranata komputer), praktik kerja kehumasan (khusus pranata humas): Maret 2020.

13. SKB melalui wawancara, pengamatan fisik dan keterampilan: Maret 2020.

14. Integrasi data dengan BKN: April 2020.

15. Pengumuman kelulusan akhir secara online: April 2020.

16. Pemberkasan bagi peserta yang diyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir: April 2020.

Kualifikasi pendidikan SLTA/sederajat:

1. Pendaftaran online lewat portal SSCASN: 11-25 November 2019.

2. Pengumuman hasil seleksi administrasi berkas unggah: 12 Desember 2019.

3. Masa sanggah: 13-15 Desember 2019.

4. Jawaban sanggah: 13-19 Desember 2019.

5. Verifikasi dokumen asli dan pengukuran tinggi badan dan pemberian kartu ujian: 15-20 Desember 2019

6. Pengumuman jadwal SKD: Januari 2020.

7. Pelaksanaan SKD CAT: Februari 2020.

8. Pengumuman hasil SKD dan peserta yang mengikuti SKB: Februari 2020.

9. Pengumuman jadwal SKB (kesamaptaan): Februari 2020.

10. Pelaksanaan SKB (kesamaptaan): Maret 2020.

11. SKB Bahasa Inggris (CAT), praktik komputer (khusus pranata komputer), praktik kerja kehumasan (khusus pranata humas): Maret 2020.

12. SKB melalui wawancara, pengamatan fisik dan keterampilan: Maret 2020.

13. Integrasi data dengan BKN: April 2020.

14. Pengumuman kelulusan akhir secara online: April 2020.

15. Pemberkasan bagi peserta yang diyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir: April 2020. (Kompas.com/Mela Arnani)

Editor: Teddy Malaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved