Terungkap Soeharto Ternyata Pernah Ditempeleng Perintis Kopassus yang Dijuluki 'Panglima Tampan'

Inilah sosok tampan yang pernah menempeleng Soeharto gara-gara telegram. Siapakah dia?

Editor: M Zulkodri
Kolase Tribunnews - Twitter/tukangpulas
Terungkap Soeharto Ternyata Pernah Ditempeleng Perintis Kopassus yang Dijuluki 'Panglima Tampan' 

BANGKAPOS.COM -Soeharto ternyata pernah ditempeleng oleh perintis Kopassus gara-gara telegram, sosok Kopassus itu disebut panglima tampan.

Inilah sosok tampan yang pernah menempeleng Soeharto gara-gara telegram. Siapakah dia?

Banyak orang telah mengetahui bahwa Presiden Kedua Indonesia, Soeharto, merupakan sosok militer yang kuat.

Namun siapa sangka bahwa Soeharto dulunya pernah ditempeleng oleh perintis Kopassus.

Sosok yang Diam-diam Titip Uang untuk Sukarno Saat Diasingkan ke Bangka itu Tak Dapat Penghargaan

Sosok tersebut bahkan disebut-sebut sebagai panglima tampan.

Dia adalah Alex Evert Kawilarang yang juga terkenal dalam sejarah militer Indonesia.

Dikutip dari TribunWow.com, pria kelahiran Batavia (kini Jakarta), 23 Februari 1920 ini pernah menempeleng Presiden Kedua Indonesia, Soeharto.

Penempelengan tersebut terjadi ketika Alex Kawilarang menjabat sebagai Panglima selaku atasan dari Letkol Soeharto.

Sekitar tahun 1950-an, sebagai Panglima Wirabuana, Alex E Kawilarang melaporkan kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman.

Namun Soekarno justru menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah menduduki Makassar.

Ketakutan, Penerjemah Soekarno ini Sampai Mau Pingsan Saat Tahu Pertanyaan Che Guevara Soal Cewek

Brigade Mataram, pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar saat itu juga dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.

Mendengar radiogram tersebut, Kawilarang marah besar dan segera kembali ke Makassar.

Setibanya di lapangan udara Mandai, ia langsung memarahi Komandan Brigade Mataram, Letkol Soeharto, sambil menempelengnya.

"Sirkus apa-apaan nih?" kata Kolonel Alex Kawilarang sambil menempeleng pipi Letkol Soeharto.

Inilah sosok Alex E Kawilarang yang menempeleng Soeharto, disebut sebagai panglima tampan.
Inilah sosok Alex E Kawilarang yang menempeleng Soeharto, disebut sebagai panglima tampan. (Twitter/@tukangpulas)

Lantas siapakah sosok Alex Kawilarang yang disebut panglima tampan ini?

Alex E Kawilarang merupakan putera dari keluarga dengan latar belakang militer.

Ayahnya adalah AHH. Kawilarang, yang merupakan seorang mayor KNIL asal Tondano.

Ia lahir dari ibu bernama Nelly Betsy Mogot, yang berasal dari Remboken.

LIVE STREAMING Pendaftaran CPNS 2019 dari BKN, sscasn.bkn.go.id Bisa Diakses Pukul 23.11 WIB?

Alex E Kawilarang, juga merupakan sepupu dari Pahlawan Nasional, Daan Mogot.

Ia meninggal di Jakarta pada 6 Juni 2000 silam di usia 80 tahun.

Selain sebagai perwira militer yang termasuk dalam Angkatan '45, Alex E Kawilarang juga merupakan mantan anggota KNIL.

Karier militer Alex Kawilarang

Alex E Kawilarang mengawali kariernya sebagai Komandan Pleton Kadet KNIL di Magelang pada 1941-1942.

Kariernya melaju cepat seiring berjalannya waktu.

Pada 11 Desember 1945 ia telah menjadi perwira dengan pangkat mayor dan bertugas sebagai penghubung dengan pasukan Inggris di Jakarta.

Sebulan kemudian, tepatnya pada Januari 1946 ia menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Infanteri Bogor Divisi II Jawa Barat, dengan pangkat letnan kolonel.

Tiga bulan setelah itu, pada April-Mei 1946, ia diangkat menjadi Komandan Resimen Infanteri Bogor.

Tiga bulan selanjutnya, yakni pada bulan Agustus 1946 hingga 1947 ia diberi kepercayaan sebagai Komandan Brigade II/Suryakencana - Divisi Siliwangi di Sukabumi, Bogor dan Tjiandjur.

Pada 1948-1949, Kawilarang menjabat sebagai Komandan Brigade I Divisi Siliwangi di Yogyakarta.

Daftar CPNS 2019 Buka LINK Ini Segera!

Di tahun yang sama, tepatnya pada 28 November 1948 ia juga menjabat sebagai Komandan Sub Teritorium VII/Tapanuli, Sumatera Timur bagian selatan.

Setahun selanjutnya, pada 1 Januari 1949 pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), ia dipercaya sebagai Wakil Gubernur Militer PDRI untuk wilayah Tapanuli dan Sumatera Timur bagian selatan.

Di penghujung tahun 1949, tepatnya pada tanggal 28 Desember, ia dipercaya sebagai Gubernur Militer wilayah Aceh dan Sumatera Utara merangkap Wakil Koordinator Keamanan dengan pangkat kolonel.

Dua bulan kemudian, pada 21 Februari 1950, ia mendapatkan kepercayaan tambahan sebagai Panglima Tentara dan Territorium I/Bukit Barisan yang berkedudukan di Medan.

Pada 15 April 1950 ia diangkat sebagai Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi.

Saat itu ia ditugaskan untuk memimpin Pasukan Ekspedisi dalam Operasi Penumpasan Pemberontakan Andi Azis di Makassar, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku, dan Pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.

Tim-tim yang Bakal Jadi Penantang Timnas U-19 Indonesia di Final AFC U-19

Pada 1951-1956, Kawilarang diangkat sebagai Panglima Komando Tentara dan Territorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar dan pada November tahun yang sama menjadi Panglima TT III/Siliwangi yang di kemudian hari diubah namanya menjadi Kodam III/Siliwangi.

Soeharto Pernah Ditempeleng Perintis Kopassus Gara-gara Telegram, Sosoknya Disebut Panglima Tampan
Soeharto Pernah Ditempeleng Perintis Kopassus Gara-gara Telegram, Sosoknya Disebut Panglima Tampan (Kolase Tribunnews - Twitter/tukangpulas)

Kopassus dan Alex Kawilarang

Salah satu jasanya yang hingga kini sangat terasa kehadirannya adalah saat ia merintis pembentukan pasukan khusus TNI pada April 1951, dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat.

Kesatuan ini merupakan cikal bakal dari Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) sekarang.

Luna Maya Kaget Mendengar Pengakuan Indra Bruggman yang Pernah Naksir Dirinya

Kopassus memberikan penghargaan kepadanya sebagai anggota kehormatan Korps Baret Merah, pertengahan April , pada ulang tahun ke-47 komando itu.

Pada 10 November 1951 hingga 14 Agustus 1956, Kawilarang diangkat menjadi Panglima Komando Tentara dan Territorium III/Siliwangi yang berkedudukan di Bandung.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid/TribunWow.com/Fachri Sakti)

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved