Horizzon
Bidik Mafia Lewat Ahok
Mafia-mafia di lingkaran BUMN ini nantinya yang akan menjadi musuh baru bagi Ahok.
Belakangan, nama Ahok kembali mengemuka dan disebut sebagai bakal calon direktur utama BUMN yang berbasis energi.
Banyak disebut Ahok bakal memegang nahkoda sebagai Dirut Pertamina, PLN atau Krakatau Stell.
Munculnya nama Ahok yang bakal menjadi nahkoda BUMN ini tentu mengundang reaksi beragam.
Banyak pihak yang memberi dukungan penuh kepada Ahok, sementara tidak sedikit yang bereaksi keras menentang rencana tersebut.
Namun dari sekian banyak reaksi tersebut, tampaknya apa yang disampaikan mantan wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, menarik untuk didiskusikan.
Djarot mengaku mengenal bagaimana karakter seorang Ahok yang sangat berintegritas.
Menurut Djarot, wacana Ahok menjadi direktur BUMN tersebut harus dilihat dari pertimbangan profesional, dimana Ahok dipandang tepat untuk mengatasi permasalahan utama di BUMN yang menurutnya selama ini selalu dikelilingi oleh mafia.
Djarot melihat, Ahok dengan keteguhan sikapnya dan juga integritasnya akan mampu menghadapi mafia-mafia yang selama ini menjadi parasit bagi hampir seluruh BUMN di negeri ini.
Djarot yakin, mantan koleganya tersebut akan mampu menjadi garansi kemajuan BUMN.
Kita patut sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Djarot.
Jika betul selama ini BUMN kita selalu dikelilingi oleh mafia dan juga menjadi sapi perah partai politik, maka Ahok adalah jawabannya.
Mafia-mafia di lingkaran BUMN ini nantinya yang akan menjadi musuh baru bagi Ahok.
Kita patut yakin dan percaya bahwa Ahok akan tetap komitmen bersikap tegas dan tanpa kompromi.
Mengikuti gaya Ahok, kita bisa menjabarkan asal muasal para mafia di sekeliling BUMN.
Mafia yang sering menggerogoti BUMN ini, baik di internal maupun eksternal bisa dikategorikan berasal dari tiga kelompok besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/basuki-tjahaja-purnama-btp-atau-ahok23.jpg)