Kisah Warga Sebut Wewe Gombel Jadi Biang Kerok hingga Emak-emak Lucuti Pakaian di Jalanan

Beredar isu bocah diculik Wewe gombel ..orangtua nekat lakukan perbuatan tak pantas

Kisah Warga Sebut Wewe Gombel Jadi Biang Kerok hingga Emak-emak Lucuti Pakaian di Jalanan
ist
Ilustrasi

"Saya khawatir, kalau anak saya diculik orang," kata Darwati bercerita saat ditemui Tribunjateng.com, Minggu (3/11/2019).

Darwati tanya ke suaminya, juga tidak tahu.

Kemudian ada ustad yang mengatakan, anaknya masih di kampung, tapi sedang diajak 'muter-muter'.

Ia dan warga sekampung, sekitar 50 orang pun berupaya mencari sembari membawa panci dan peralatan dapur, namun Yuni tidak ditemukan.

"Terakhir saya lihat depan rumah. Biasanya Yuni di kasur sama bapaknya, nonton televisi," ungkapnya.

Di saat satu kampung mencari, Darwati ingat pesan orang-orang dahulu kala.

Jika ada anak yang dibawa kalong wewe atau wewe gombel, orangtuanya harus telanjang.

Ia pun kemudian ke kebun yang berada persis di samping rumah, telanjang dan berposisi menungging.

"Aku kemutan mertuaku yang dahulu anake pernah digawa kalong wewe, kudu wuda. Akhire aku maring kebun. Aku wuda, kutang tak copot, cawet tak plorotna. Trus aku njipling atau nungging."

"(Saya ingat mertua yang dulu anaknya dibawa wewe gombel harus telanjang. Saya pergi ke kebun. Saya telanjang, bra lepas dan celana dalam (CD) dipelorotkan dan saya nungging, red)," kata Darwati.

Halaman
1234
Editor: ediyusmanto
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved