Inilah Sosok Anggota Dewan Cantik yang Disebut Jarang Masuk Kantor hingga Diperingatkan BK & Fraksi
Seorang wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung mendapat sorotan Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung.
BANGKAPOS.COM -Seorang wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung mendapat sorotan Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung.
Bahkan srikandi PDI Perjuangan itu sampai dibahas oleh BK beberapa waktu lalu lantaran jarang ngantor.
Adalah Ni Putu Yunita Oktarini, anggota DPRD yang dianggap sering tak hadir dalam kegiatan di Kantor DPRD.
Termasuk tak menghadiri Rapat Paripurna yang dihadiri Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, beberapa hari lalu.
Seorang anggota BK membenarkan jika anggota dewan yang jarang ngantor menjadi salah satu pembahasan dalam rapat BK tersebut.
“Ya kita bahas itu (anggota dewan yang malas ngantor),” katanya, Rabu (13/11).
Namun demikian, BK tidak bisa berbuat banyak lantaran dalam daftar hadir beberapa kegiatan yang bersangkutan telah dibubuhkan tandatangan.
Meskipun secara fisik terlihat sangat jarang mengikuti kegiatan dewan khususnya saat rapat pansus maupun rapat kerja.
“Kalau kunjungan keluar daerah dia rajin,” tandasnya.
Saat Rapat Paripurna DPRD Badung, Senin (11/11) lalu, Putu Yunita juga tidak hadir.
Dari 40 jumlah anggota DPRD termasuk pimpinan, tiga di antaranya absen yakni Putu Yunita Oktarini, I Wayan Sandra, dan I Gede Suardika.
Sudah diberikan Peringatan
Ketua BK I Nyoman Dirga Yusa saat ditemui di ruangannya membenarkan pihaknya melakukan rapat BK terkait dengan kedisiplinan anggota.
Namun Bendahara DPC PDIP Badung itu tak mau menyebut nama yang dibahas.
Sekretaris BK Made Sumerta yang dikonfirmasi juga tak menyebutkan siapa nama anggota dewan yang dibahas dalam rapat.
Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan ketua fraksi PDI Perjuangan.
BK saat ini tidak bisa mengambil tindakan apapun.
Mereka hanya bisa mengambil tindakan jika yang bersangkutan terbukti bersalah.
Seperti misalnya jika tersangkut masalah narkoba atau tidak pidana lainnya.
“Jika tertangkap tangan membawa narkoba dan tindak pidana yang sudah memiliki keputusan tetap baru kami bisa proses.
Kalau ini kan tidak, dalam daftar hadir selalu terisi.
Mungkin ada tugas dinas keluar,” kata Sumerta yang notabene adalah Bendahara Fraksi PDIP.
Sebagai wakil rakyat, Sumerta menyatakan anggota dewan wajib hadir Rapat Paripurna.
“Kalau paripurna OPD-OPD semua di sini, bupati juga di sini. Itu (rapat paripurna) wajib hadir, kecuali tugas khusus,” tuturnya.
Secara terpisah Ketua Fraksi PDIP I Gusti Anom Gumanti mengaku pihaknya sudah memberikan warning (peringatan) kepada anggota fraksi untuk menjadi contoh dalam hal kedisiplinan.
Namun warning ini tak hanya tertuju untuk satu orang, melainkan secara keseluruhan.
“Fraksi PDI Perjuangan itu kan jumlahnya mendominasi, saya minta menjadi contoh atau teladan.
Kita tidak menyebut satu atau dua orang, karena itu ranahnya ada di BK,” kata Anom Gumanti.
Masalah kehadiran anggota fraksinya saat rapat atau ngantor, Anom Gumanti mengatakan belum mendapat teguran tertulis dari BK.
“Jika ada yang malas, silakan BK mengambil tindakan karena itu kan tugas BK,” tandasnya.
Putu Yunita ketika dikonfirmasi, mengakui dirinya memang tidak hadir dalam Sidang Paripurna.
Ia menyatakan ketidakhadirannya tersebut sudah sesuai dengan semua prosedural yang diikuti, atau sesuai dengan aturan.
"Saya absen sudah seizin pimpinan fraksi dan sudah sesuai dengan (tata tertib, red),” katanya, kemarin.
Anggota DPRD Badung dari fraksi PDIP, Ni Putu Yunita Oktarini. dok/ist Via Tribun Bali.
Ia menyadari tidak semua sidang yang bisa diikuti, pasalnya ada beberapa kesibukan termasuk tugas sebagai wakil rakyat.
"Tapi saya tahu mana kegiatan yang penting yang harus saya hadiri.
Namun, meski saya tidak hadir minimal ketua fraksi dan ketua DPRD pasti saya beritahu," ungkapnya.
Perempuan cantik peraih gelar Runner up Putri Indonesia 2006 ini juga menyadari dalam talam tata tertib, tiga kali berturut turut tanpa izin tidak diperbolehkan.
Namun selama ini dia sudah meminta izin.
"Saya pegang betul tatib itu seperti apa.
Seperti sekolah kalau alfa tiga kali baru tidak boleh," katanya.
Meski dalam pansus pihaknya tidak ikut, namun ia mengaku tetap membacanya, sehingga tahu apa yang dibahas dalam rapat pansus.
"Bukannya kita ngumpul-ngumpul datang, ngobrol tidak jelas. Bisa dilihat saya terpilih tiga kali.
Artinya kan masyarakat tetap mencintai kita, karena bos kan masyarakat kita," bebernya.
Di sisi lain, ia juga punya usaha di Jakarta yang membuat dirinya harus bolak balik-balik Bali-Jakarta.
" Terlepas itu saya kan punya usaha juga di Jakarta. Jadi itu juga harus saya selesaikan, namun tetap jika tidak bisa hadir, saya pasti minta izin," pungkasnya. (*)
Tautan Artikel:Anggota DPRD Badung Ini Jarang Ngantor Hingga Disorot BK, Begini Dalih Putu Yunita