Rabu, 6 Mei 2026

ABG Bandung 4 Kali Layani Om-om Dibayar Tarif Murah hingga Satu Kamar Tidur Bareng Saat Kerja

ABG Bandung ditipu kenalan sendiri. Jauh-jauh dari Jawa Barat hanya dijadikan pemuas nafsu dosa om-om

Tayang:
Tribun Timur/Amiruddin
Ilustrasi foto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Dua orang pengantar korban trafficking asal Bandung ikut diamankan unit buser Polres Pangkalpinang saat mengantar dua remaja PS (17) dan YY (17) ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Jumat (29/11/2019).

Dua pengantar korban ini mengaku sebagai karyawan kafe dan karaoke Teluk Bayur, yakni sebagai bartender dan tukang masak.

"Saya tidak tahu kalau mereka ini dibawah umur, kami juga hanya sebagai pengantar mereka ke bandara, karena disuruh," ujar Titi di Unit Buser.

Senada dengan Titi, Rosman sebagai bartender juga mengaku disuruh mengantar dua remaja ‎tersebut ke bandara.

Rosman mengaku, korban tidak tahu siapa yang pertama kali membawa mereka ke kafe Teluk Bayur.

"Mereka akan dipulangkan Ke Bandung, menggunakan pesawat Lion Air. Kalau punya kafe esek esek tersebut berinisial M," kata Rosman.

Rosman menambahkan dia dan titi hanya mengurus makanan, sedangkan titi hanya memasak dan dia sendiri sebagai penjaga bartender.

"Selebih dari itu kami tidak mengawasi," kata dia. ‎

Dua remaja korban trafficking, berinisial PS (17) dan YY (17) memberikan pengakuan bahwa mereka berdua dijanjikan bekerja di sebuah kafe (seperti warung kopi) di Pangkalpinang. Akan tetapi semuanya bohong, keduanya malah dipekerjakan melayani pria hidung belang di kafe esek-esek yang berada di Teluk Bayur.

PS dan YY mengaku mereka diajak salah satu teman dekatnya untuk bekerja di Bangka Belitung, dijanjikan akan bekerja di kafe. Sesampainya di Bangka selama satu minggu, PS dan YY disuruh melayani empat pria hidung belang.

Diketahui kepergian kedua remaja ini tanpa ijin dari orangtua mereka di Bandung, sehingga keluarga melaporkan kasus ini ke Polsek Sorokan Jeruk Bandung.

"Sudah empat kami layani pria hidung belang, kami tidur satu kamar pada saat melayani, di antara kami keluar, nantinya tidur bersama lagi," pengakuan PS (17) saat diinterogasi Kanit Buser Polres Pangkalpinang Aiptu Mardi Bule, Jumat (29/11/2019).

Saat ditanyakan kenapa mau pulang, ‎PS (17) menjawab pengen pulang saja, tidak ada disuruh sama siapapun, karena merasa ditipu.

"Kami berdua tidak ada dikasih duit untuk pulang, beli tiket hanya diberikan setengah untuk bayar tiket sedangkan setengahnya kami," ujar PS.

Apa yang mereka lakukan selama di kafe esek-esek tersebut? ‎PS dan YY mengaku mereka menemani minum para pria hidung belang itu minum. Diakui keduanya, selama di kafe tersebut mereka lebih banyak menolak untuk melayani pria hidung belang.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved