Minggu, 19 April 2026

5 Kampus Masuk Daftar 200 Universitas Terbaik Asia, Ini Rangking Perguruan Tinggi Dalam Negeri 2019

Kemenristekdikti Umumkan Peringkat Perguruan TinggI dan Akademi 2019, Kampus Swasta Makin Maju

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Hai Online
Kampus Perguruan Tinggi 

Pertama, perguruan tinggi yang mendapat lisensi atau akreditasi dari organisasi penilai di negara tersebut.

Selanjutnya, perguruan tinggi itu menawarkan program pendidikan mulai dari sarjana hingga pascasarjana, baik magister maupun doktoral.

Ketiga, menyediakan pelatihan atau pengajaran yang menggunaan sistem pendidikan tradisional yang melibatkan interaksi langsung atau tatap muka dan tidak dilakukan dari jarak jauh.

Hasil pemeringkatan yang dilakukan 4ICU tidak mendasarkan pada kualitas akademik suatu perguruan tinggi, tetapi lebih pada yang bersifat nonakademik.

Penilaian dilakukan berdasarkan matriks web yang valid dan tidak bias.

Untuk tingkat Asia, berikut ini sejumlah perguruan tinggi di Indonesia berikut peringkatnya yang masuk dalam jajaran 200 besar terbaik versi 4ICU:

1. Universitas Gadjah Mada (35)
2. Universitas Negeri Yogyakarta (45)
3. Universitas Indonesia (55)
4. Universitas Brawijaya (92)
5. Universitas Pendidikan  Indonesia (93)
6. Universitas Diponegoroo (98)
7. Universitas Airlangga (138)
8. Institut Pertanian Bogor (140)
9. Universitas Lampung (148)
10. Universitas Sebelas Maret (150)
11. Institut Teknologi Bandung (155)
12. Universitas Muhammadiyah Surakarta (157)
13. Universitas Negeri Semarang (175)
14. Institut Teknologi Sepuluh November (185)
15. Universitas Sumatera Utara (190)

Webometrics

Selanjutnya, berdasarkan pemeringkatan Webometrics edisi terakhir, Juli 2019, berikut ini 3 lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang masuk dalam 200 besar perguruan tinggi terbaik di Asia:

1. Universitas Indonesia (156)
2. Universitas Gadjah Mada (180)
3. Institut Teknologi Bandung (185)

Webometrics menjadikan website masing-masing perguruan tinggi sebagai indikator penilaiannya.

Laman yang dapat diakses secara digital tersebut disebut dinilai bisa mentransfer pengetahuan baik yang bersifat akademis maupun budaya, yang dihasilkan oleh perguruan tinggi kepada masyarakat luas.

Namun, website ini tidaklah dilihat berdasarkan baik buruknya desain, banyak sedikitnya pengunjung, ataupun popularitasnya.

Webometrics menilai sebuah laman perguruan tinggi berdasarkan aktivitas civitas akademika dan produk akademis yang diunggah di sana.

Selain itu, melihat relevansi dan dampaknya bagi masyarakat menjadi indikator lain yang tidak kalah pentingnya sebagai indikator penilaian.  (kompas.com)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved