Rabu, 6 Mei 2026

Kekayaan Ari Askhara, Dirut Garuda yang Dipecat Erick Thohir karena Penyelundupan Harley Davidson

Ari Askhara dipecat dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia karena diduga terlibat penyelundupan motor Harley Davidson.

Tayang:
Editor: fitriadi
KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA
Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dipecat karena diduga terlibat kasus penyelundupan. 

BANGKAPOS.COM - Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara memiliki harta kekayaan puluhan miliar.

Sebagian dari harta kekayaannya tidak dilaporkan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Ari Askhara dipecat dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia karena diduga terlibat penyelundupan motor Harley-Davidson.

Pemecatan Ari dilakukan langsung Menteri BUMN Erick Thohir.

Direktur Utama Garuda, Ari Askhara saat ini tengah menjadi sorotan publik.

Pasalnya Ari Ashara diduga terlibat penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson.

Ari Ashara diduga telah membeli motor Harley Davidson secara diam-diam dan tidak melaporkan kepemilikan motor tersebut di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.

Modus Penyelundupan Harley Davidson yang Berujung Dirut Garuda Dipecat

Tak hanya motor Harley-Davidson, Ari Askhara juga membeli sepeda lipat merek Brompton.

Ia melakukan transaksi lewat pesawat Airbus A330-900 penerbangan dari Perancis ke Jakarta.

Tindakan Ari Ashara ini tentunya menyimpang karena ia tidak menjalankan kewajibannya.

Dirut Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dan Menteri BUMN Erick Thohir (Kolase Tribun Batam)
Dirut Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dan Menteri BUMN Erick Thohir (Kolase Tribun Batam) 

Mengenai tindakan Ari Askhara, Menteri BUMN Erick Thohir pun langsung mengambil langkah tegas.

Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia itu, Kamis (5/12/2019).

Kekayaan berupa aset kendaraan yang dimiliki Ari tersebut tidak ia laporkan ke LHKPN.

Berdasarkan LHKPN yang diserahkan Ari pada 28 Maret 2019 itu, Ari tercatat hanya memiliki tiga alat transportasi dan mesin berupa mobil.

Nilai totalnya mencapai Rp 1,37 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menteri BUMN Erick Thohir menunjukkan barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Ari Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menteri BUMN Erick Thohir menunjukkan barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Ari Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 
Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved